Beta Lulusan Terbaik S1 Keperawatan Stikes Yarsi, Fokus Mendengarkan Dosen
ketika dosen menjelaskan saya fokus mencatat selanjutnya saya belajar dari poin penting nanti baru dikembangkan sendiri.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anggita
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Beta Karlistiyaningsih (22), gadis perbatasan yang tinggal di Desa Subah Kabupaten Sambas menjadi lulusan terbaik pertama S1 Keperawatan Stikes Yarsi Pontianak pada Yudicium program Diploma dan Ners tahun akademik 2018/2019, belum lama ini.
Beta berbagi cerita mengenai bagaimana ia belajar sampai bisa menjadi satu diantara banyaknya mahasiswa dan menjadi peraih lulusan terbaik S1 Keperawatan Stikes Yarsi Pontianak dengan IPK 3.52.
"Sistem belajar saya biasanya ketika dosen menjelaskan saya fokus mencatat selanjutnya saya belajar dari poin penting nanti baru dikembangkan sendiri," ujarnya.
Ketika ada yang masih bingung saat belajar ia biasanya langsung kembali mengecek buku , jurnal dan internet untuk memasktikannya. Ia mengatakan sangat jarang membaca tetapi ketika di jelaskan ia benar-benar mendengarkan.
Baca: Pemkot Dukung Pelaku Star Up, Siapkan Co Working Space (Ruang Kerja Bersama)
Baca: Wagub Kalbar Hadiri Rakorwasdanas 2019, Jadikan Inspektorat Pendorong Perubahan
Selain prestasi dibidang akademik ia juga banyak mengikuti organisasi dan pernah menjabat sebagai Kadirjen Untuk Ikatan lembaga mahasiswa keperawatan regional Kalbar.
"Saya juga pernah mengikuti untuk mewakili Stikes Yarsi Pontianak untuk pemilihan Pilmapres dan masuk 3 besar. Di bidang olahraga saya menjadi atlit Kempo beberapa kali pernah ikut porprov dan dapat juara 3, dan juga pernah ikut lomba menulis puisi ,serta ada beberapa buku yang saya terbitkan bersama teman lainnya," ujarnya.
Dari banyak kesibukan yang ia lakukan dirinya harus pandai dalam membagi waktu. Namun diwaktu senggang ia selalu menyempatkan diri untuk mencari inspirasi untuk menulua.
"Ada satu hari memang saya jadikan waktu free dan tidak melakukan aktivitas apa-apa," ujarnya.
Ia mengatakan sudah mulai tertarik menulis dari SD dan sering ikut lomba, namun bisa sampai menulis buku saat sudah di bangku kuliah .
Ia mengatakan sejauh ini dukungan orang tua selalu mensupport. " Saya bukan dari keluarga berada jadi apapun yang saya lalukan demi membawa nama kampus dan kedua orang tua saya," ujarnya.
Setelah ini ia akan melanjutkan ke jenjang profesi ners lagi . "Setelah saya dalamin profesi ini ternyata perawat dan dokter itu sama, yang membedakan dokter bisa memberikan resep obat, perawat tidak tapi perawat lebih care dengan pasien karena 24 selalu ada," pungkasnya.