Kota Pontianak Menjadi Kota Bebas Rabies di Kalbar

Penyakit Rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh Virus (Lyssa virus)

Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bhabinkamtibmas Polsek Toho, Bripka Daniel berperan aktif membantu vaksinasi hewan peliharaan di Kecamatan Toho, Selasa (10/9) lalu. 

Kota Pontianak Menjadi Kota Bebas Rabies di Kalbar

PONTIANAK - Penyakit Rabies merupakan penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh Virus (Lyssa virus) yang bisa menyerang manusia dan hewan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harrison mengatakan untuk di Kalbar sendiri ada beberapa kasus rabies yang menyerang hingga menyebabkan kematian karena telat penangannya.

Untuk Kasus Rabies di Kalbar, pada tahun 2017 ada 22 orang yang meninggal , di tahun 2018 ada 25 orang dan tahun 2019 sampai sekarang menurun hanya 8 orang yang meninggal karena penyakit rabies.

"Kita harapkan kedepan tidak ada lagi korban meninggal karena Rabies," ujarnya kepada media, selasa (14/9/2019).

Ia mengatakan selain kasus kematian, ada Kasus gigitan pada tahun 2017 ada 3326 kasus gigitan hewan penyebab rabies. Kemudian dari tahun 2018 ada 3873, dan 2019 sampai saat ini ada 2921 gigitan hewan penyebab rabies.

Baca: Pemprov Kalbar Bersama Tikor Pengendalian Rabies Gelar Varmas 2019 di Pusatkan di Entikong

Baca: Bupati Targetkan Tahun 2024 Sanggau Bebas Rabies

Baca: World Rabies Day Perbatasan Negeri, Gerakan Vaksinasi Massal Se Kalbar

"Kabupaten yang paling banyak meninggal 11 kasus di Kabupaten sanggau pada tahun 2017 ada 11 orang dan tahun 2019 5 orang, dan 14 orang meninggal di Landak tahun 2018," ujarnya.

Kalbar sampai pada tahun 2014 masih bebas rabies. Namun pada tahun 2015 terjadi kasus rabies yang terdeteksi datang dari Kalteng dan daerah perbatasan seperti kabupaten Melawi, Ketapang.

"Lalu virus itu masuk lalu menyebar pada tahun 2015 tapi masih ada kabupaten bebas rabies seperti Sintang, Sekadau, Sanggau, Kuburaya, Kayong utara , dan kota Pontianak," ujarnyam

Tapi sampai pada tahun 2018 semua Kabupaten itu tidak ada lagi yang bebas rabies Kecuali Kota Pontianak yang sampai pada saat ini masih menjadi wilayah bebas rabies di Kalbar

"Pemerintah melalui dinas Peternakan , kita menghimbau hewan penyebab raibies seperti anjing diharapakn dilakukan vaksinasi oleh dinas peternakan dan pemerintah sudah mengratiskan hal itu," ujarnya.

Jika masyarakat terkena gigitan ajing rabies bisa mencuci bekas gigitan di air mengalir selama 15 menit dan di cuci pakai sabun , lalu bawa ke petugas kesehatan untuk dilakukan penyuntikan, san anjingnya akan ditangkap untuk dikandang. Namun tetap diberi kandang.

"Kita lihat kalau misal anjing nya mati indikasi rabies diperiksa otaknya kalau dia memang positif maka pasien yang didgigit kita berikan vaksin rabies. Namun biasanya pasien yang meninggal telat dibawa ke puskesmas sehingga virusnya sudah berkembang dalam tubuhnya," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved