Bekantan Terancam Punah, Pemkab Kubu Raya Siap Kawal Konservasi

workshop membangun manajemen konservasi bekantan melalui pendekatan best management practices (BMP) dinilai sangat strategis

Bekantan Terancam Punah,  Pemkab Kubu Raya Siap Kawal Konservasi
istimewa
BEKANTAN - Populasi dan habibat bekantan (Nasalis larvatus) di Lanskap Kubu, Kubu Raya, Kalbar Foto: Dok WWF-Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Septi Sabrina

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Muller Schwaner Arut Belantikan (MSA) Landscape Manager WWF-Indonesia, Anas Nasrullah mengungkapkan ancaman kepunahan bekantan di Lanskap Kubu semakin tinggi karena sebagian besar hidup di luar kawasan konservasi.

"Kondisinya terancam oleh berbagai aktivitas manusia seperti perburuan, kebakaran, perdagangan,dan konversi hutan," ujar Anas, dalam Workshop Membangun Manajemen Konservasi Bekantan di Ibis Hotel, Rabu (25/9/2019).

Menurut Anas, workshop membangun manajemen konservasi bekantan melalui pendekatan best management practices (BMP) dinilai sangat strategis.

"Ini merupakan ajang bertukar pikiran. Hasilnya akan diperkuat dengan strategi mereplikasi ke lokasi lain atau pemangku kepentingan yang belum memiliki kapasitas soal manajemen konservasi biodiversitas," terang Anas.

"Kita ingin menyatukan pandangan sekaligus membangun model konservasi bekantan melalui pendekatan BMP," ucap Anas.

Muller Schwaner Arut Belantikan (MSA) Landscape Manager WWF-Indonesia, Anas Nasrullah.
Muller Schwaner Arut Belantikan (MSA) Landscape Manager WWF-Indonesia, Anas Nasrullah. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SEPTI DWISARBINA)

Baca: Proyek Pelebarkan Jalan Sungai Jawi Berlanjut, Camat Pastikan Dukungan Warga

Baca: Kapolresta Patroli ke Parit Besar, Sita Puluhan Motor Tangkap Empat Pria Usai Nyabu

Baca: Puskesmas Gg Sehat Menuju Akreditasi Bintang Lima

Lebih lanjutnya, Anas menyatakan. Sejumlah pemegang izin konsesi sudah memiliki komitmen merawat habitat serta populasi bekantan secara berkelanjutan.

"Bahkan mereka sudah membentuk satuan manajemen konservasi biodiversitas dan kajian secara intensif," jelas Anas.

WWF-Indonesia pun mendorong agar koridor habitat bekantan di Kubu Raya dapat tercipta, seluas 22.700 hektare lebih. Adapun 13.000 hektare telah disumbangkan PT WSL Kubu Raya.

Terkait sisanya, Anas menambahkan masih berada di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Hutan Tanaman Industri (HTI), serta perusahaan-perusahaan lain.

"Kita terus dorong dan kita sinkronkan dengan workshop ini dengan pemetaan peran masing-masing stakeholder untuk pengelolaan populasi bekantan," tandas Anas.

Halaman
12
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved