Sutarmidji Bangun RSUD Sudarso dengan Anggaran Rp 184 M, Ditargetkan 2020 Rampung

Lanjut disampaikannya ia ingin ke depan RSUD Sudarso mempunyai 500 tempat tidur. Kemudian bangunan yang lama dipastikan akan direhab.

Sutarmidji Bangun RSUD Sudarso dengan Anggaran Rp 184 M, Ditargetkan 2020 Rampung
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji melakukan tepung tawar saat pemancangan tiang pertama pembangunan RSUD Sudarso, Selasa (24/9/2019). 

Sutarmidji Bangun RSUD Sudarso dengan Anggaran Rp 184 M, Ditargetkan 2020 Rampung

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dan Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan terus melakukan pembangunan sesuai dengan janji-janji politiknya saat melakukan kampanye.

Janji-janji politiknya saat kampanye menurut Sutarmidji tentunya merupakan visi-misi dan juga dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang harus direalisasikan karena merupakan kebutuhan masyarakat Kalbar.

Setelah menaikan anggaran 300 persen yaitu dari kisaran 9 Rp100 miliar menjadi Rp320 miliaran untuk pembangunan jalan dan jembatan 2019, menggratiskan biaya pendidikan tingkat SMA-SMK negeri dan kali ini tepat setahun masa kepemimpinannya Midji melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan gedung Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Sudarso.

Baca: VIDEO: Prosesi Adat Melayu Tepung Tawar, Tandai Pemancangan Tiang Pertama RSUD Sudarso 6 Lantai

Baca: Tepat Setahun Menjabat, Sutarmidji Bangun RSUD Sudarso

Midji menjelaskan rumah sakit tersebut akan dibangun dua tower dan tahun ini satu tower dan 2020 mendatang tower keduanya dengan ketinggian enam lantai, Oktober 2020 ditargetkan rampung semuanya.

Lanjut disampaikannya Midji, Luas bangunan yang akan dibangun hampir 18000 meter persegi. Sehingga anggaran yang diperlukan untuk membangunnya Rp184 miliar.

Pembangunan rumah sakit dan pelaksanaan program pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, ditegasannya menjawab pernyataan orang-orang yang selama ini mengatakan tidak akan bisa membangun karena anggaran yang kecil.

Padahal menurutnya Midji, pembangunan itu tergantung bagaiman memenej atau mengelola kuangan daerah. Seperti anggaran perjalanan dinas saat dipotong bisa untuk menggratiskan biaya pendidikan. Selain itu memaksimalkan potensi pendapatan daerah.

Saat melakukan pemancangan tiang pertama, Midji mengungkapkan pembangunan RSUD ini untuk pemenuhan hak pelayanan kesehatan masyarakat Kalbar.

Lanjut disampaikannya, APBD Kalbar 2019 hanya Rp5,3 triliun dan tahun 2020 diperkirakan Rp6,5 triliun sehingga ada peningkatan Rp1,3 T.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved