Pemkot Pontianak Bangun Turap Parit Tokaya, Warga Pun Rela Bongkar Rumah Sendiri

Setiap warga mendapatkan tali asih beda-beda. Ada yang dapat Rp 27 juta, ada yang dapat Rp 40 juta dan ada juga yang dapat Rp 12 juta.

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019). 

Warga lainnya, Iwan (43) mengaku tinggal di Gang Dungun sejak dari kecil dan rumah yang ditempati merupakan warisan orangtuanya.

Ia menceritakan tali asih yang diberikan oleh Pemkot Pontianak tidak sama dan masyarakat menerima. Ia sendiri mendapatkan tali asih sebesar Rp12,5 juta.

"Kita masih boleh tinggal disini dan tidak boleh masuk kedalam saluran agi. Kemaren saye dapat tali asih Rp12,5 juta wajarnya segitu. Tapi bangunan diluar parit jangan dirobohkan lagi, karena sudah terkena badan rumah saye," ucap Iwan.

Ditegaskannya tali asih yang diberikan bukanlah ganti rugi tanah melainkan untuk ganti rugi bangunan saja.

Kemudian warga yang mempunyai bangunan dua tingkat diatas saluran, Yanti (35) menceritakan bahwa dirinya mendapatkan Rp60 juta dari tali asih yang diberikan oleh Pemkot Pontianak.

Ia menceritakan saat membangun diatas saluran, pemerintah tidak pernah menegur, sehingga masyarakat membangun semau hatinya.

"Rumah yang dibangun lebih besar yang diatas sungai, daripada yang didarat, kita warga ni kalau nda ditegur dari seberang sini sampai seberang sana dibangun" ucapnya.

Dengan adanya tali asih yang diberikan, ia berterimakasih pada Pemkot Pontianak. Uang yang ada dugunakan untuk merehap rumah yang ada dan biaya tukang membongkarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved