Pemkot Pontianak Bangun Turap Parit Tokaya, Warga Pun Rela Bongkar Rumah Sendiri

Setiap warga mendapatkan tali asih beda-beda. Ada yang dapat Rp 27 juta, ada yang dapat Rp 40 juta dan ada juga yang dapat Rp 12 juta.

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Satu di antara janji tidak akan memberikan perlawanan, sejumlah warga Parit Tokaya, Kelurahan Benua Melayu Darat (BMD) mulai memindahkan barang-barangnya, serta membongkar rumah mereka sendiri sebelum eksekusi pembangunan turap oleh Pemkot Pontianak mengenai bangunan mereka.

Memang, puluhan rumah masyarakat berdiri di atas saluran di kawasan Parit Tokaya, Kelurahan Benua Melayu Darat tersebut. Adanya bangunan ini otomatis memperkecil saluran primer yang ada. Bahkan menurut warga setempat, saluran tersebut luasnya sekitar 12 meter. Tapi dengan adanya bangunan rumah yang berdiri di atasnya sehingga membuat saluran mengecil hingga hanya dua meteran saja.

Sekretaris RT01/RW 24, Kelurahan Benua Melayu Darat (BMD), Sahari A Kadir (66) mengatakan, pembahasan warga bersama Pemkot Pontianak sudah berlangsung lama, bahkan sejak lima tahun lalu sudah dibicarakan mengenai pembangunan turap di kawasan ini.

“Sebagai warga, mereka sadar telah membangun di atas fasilitas umum atau saluran yang seharusnya tidak boleh berdiri bangunan. Namun kondisi lahan yang tidak ada dan keluarga bertambah memaksa mereka harus melebarkan rumah hingga di atas saluran,” tutur Sahari, Senin (23/9/2019).

Baca: Suciarti Lulusan Terbaik Profesi Ners, Mengaku Bukan Kutu Buku

Baca: Untan Tuan Rumah Kegiatan IICMA, Angkat Isu Lingkungan dengan Matematika

Beberapa bangunan rumah bahkan lebih kokoh berada di atas saluran dibandingkan yang ada didaratan, sehingga mau tidak mau mereka harus membongkar bangunan sendiri karena Pemkot sudah melakukan pembangunan.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019).
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Sahari A Kadir menjelaskan, pembangunan tahap pertama ini ada 17 rumah yang terdampak dan harus dibongkar. Panjang saluran yang dipasang turap kisaran 150 meter dari Jalan Gajahmada, sementara turapnya dibangun untuk kedua sisinya.

"Pada dasarnya kami mendukung, saat membongkar bangunan kami mendaptkan tali asih, bukan ganti rugi. Ini lahan memang punya pemerintah dan masyarakat mendirikan di atas saluran," ucap Sahari di lokasi pembangunan turap.

Lanjut dijelaskannya, tali asih yang diberikan hanya untuk membayar bangunan saja atau upah untuk membongkar bangunan.

"Setiap warga mendapatkan tali asih beda-beda. Ada yang dapat Rp 27 juta, ada yang dapat Rp 40 juta dan ada juga yang dapat Rp12 juta, sesuai dengan kondisi dan luas bangunan," jelas Sahari.

Ia juga mengucapkan terimakasih pada pemerintah kota yang karena telah memberikan tali asih dan mengizinkan tetap tinggal di lokasi, bagi warga yang rumahnya masih empat meteran ke atas.

"Rumah tu kalau masih empat meter ke atas, kan maseh layak ditinggali. Tapi kami tetap bangun dua tingkat. Kecuali sisa tiga meter, kan tidak layak dan itu harus dibongkar. Terserah pemerintah mau bayarnya seperti apa atau ditawarkan masuk ke rusun," tambahnya.

Setidaknya ada dua rumah yang habis karena semua badan rumahnya berada di atas saluran Parit Tokaya.

Masyarakat disebut Sahari harus mendukung pembangunan pemerintah, karena itu untuk kepentingan semua warga. Dengan adanya bangunan di atas saluran, ia pun paham bahwa membuat kumuh tapi keadaan terpaksa bagi masyarakat.

"Kalau sudah pasang turap inikan rapi dan bersih, kami dukung penggunan turap ini karena pemerintah juga peduli dengan memberikan tali asih," tegasnya.

Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019).
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan peningkatan turap Parit Tokaya di kawasan Jalan Gajahmada, Pontianak, Senin (23/9/2019). (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved