Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing Capai 23 Persen, Lahan 7,7 Hekatare Masih Terkendala

Zuhri menjelaskan tahap pertama pembangunan Pelabuhan Kijing progresnya mencapai 23 persen dan ditargetkan pertengahan 2020 sudah dioperasikan.

Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing Capai 23 Persen, Lahan 7,7 Hekatare Masih Terkendala
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Senior Vice President Managemen Proyek Strategis, Zuhri Iryansyah dan GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri saat menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing.  

Pembangunan Pelabuhan Kijing Capai 23 Persen, Lahan 7,7 Hekatare Masih Jadi Kendala

PONTIANAK - PT Pelindo II menggelar kegiatan diskusi mengenai perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing yang ada di Kabupaten Mempawah.

Diskusi mengenai perkembangan pembangunan ini dilangsungkan di Gardenia, Kubu Raya, Rabu (18/9/2019).

Senior Vice President Managemen Proyek Strategis, Zuhri Iryansyah dan GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri yang menjelaskan perkembangan pembangunan tahap pertama saat ini.

Zuhri menjelaskan tahap pertama pembangunan Pelabuhan Kijing progresnya mencapai 23 persen dan ditargetkan pertengahan 2020 sudah dioperasikan. 

Baca: Pelabuhan Kijing Berskala Internasional Akan Mendongkrak Perekonomian Kalbar

Baca: VIDEO: Tinjau Progres Pelabuhan Kijing, Sutarmidji: Berpotensi Memberikan Rp500 M Per Tahun

"Pelabuhan Kijing ini disupport dengan lahan yang cukup luas mencapai 200 hektar.  Dari 200 hektar dibagi dua tahap pembebasannya, pertama 50 hektar dan kedua sisanya," ucap Zuhri saat menjelaskan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing.

Mengenai adanya dinamika dibalik pembangunan Pelabuhan Kijing, ia menegaskan memang setiap pembangunan pasti ada dinamika.

Seperti pembebasan lahan yang dilakukan,  dari 200 hektar yang dibebaskan ada beberapa bidang masih ada dinamika karena pemilik keberatan. 

Baca: Gelar Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Ini Yang Disampaikan PT Pelindo II

Baca: Suharjo Lie: Jalan 6 Kilometer Dipersiapkan Untuk Topang Aktivitas Keluar Masuk di Terminal Kijing

"Saat ini pengadilan menyebutkan tidak bisa diterima alasan keberatan masyarakat, dari 200 hektar itu ada 7,7 hektar yang dikonsinyasikan pada pengadilan karena pemiliknya masih keberatan," ucapnya.

Kemudian dinamika terkait togok atau kelong nelayan, ia menegaskan komitmen dalam memberikan ganti rugi sesuai aturan yang ada dan menggandeng pemerintah setempat.

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak   

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved