Gelar Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Ini Yang Disampaikan PT Pelindo II

dari 200 hektar itu ada 7,7 hektare yang dikonsinyasikan pada pengadilan karena pemiliknya masih keberatan

Gelar Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Ini Yang Disampaikan PT Pelindo II
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Senior Vice President Managemen Proyek Strategis, Zuhri Iryansyah dan GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri saat menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing. 

Gelar Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Ini Yang Disampaikan PT Pelindo II 

PONTIANAK - PT Pelindo II menggelar kegiatan diskusi mengenai perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing yang ada di Kabupaten Mempawah.

Diskusi mengenai perkembangan pembangunan ini dilangsungkan di Gardenia, Kubu Raya, Rabu (18/9/2019).

Senior Vice President Managemen Proyek Strategis, Zuhri Iryansyah dan GM Pelindo II Pontianak, Adi Sugiri yang menjelaskan perkembangan pembangunan tahap pertama saat ini.

Zuhri menjelaskan tahap pertama pembangunan Pelabuhan Kijing progresnya mencapai 23 persen dan ditargetkan pertengahan 2020 sudah dioperasikan.

Baca: VIDEO: Sutarmidji Sampaikan Keuntungan Pelabuhan Kijing Bagi Kalbar

Baca: Jumlah Penumpang Melonjak, PT Pelindo Lakukan Langkah Ini

"Pelabuhan Kijing ini disuport dengan lahan yang cukup luas mencapai 200 hektar. Dari 200 hektar dibagi dua tahap pembebasannya, pertama 50 hektar dan kedua sisanya," ucap Zuhri saat menjelaskan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kijing.

Mengenai adanya dinamika dibalik pembangunan Pelabuhan Kijing, ia menegaskan memang setiap pembangunan pasti ada dinamika. Seperti pembebasan lahan yang dilakukan, dari 200 hektar yang dibebaskan ada beberapa bidang masih ada dinamika karena pemilik keberatan.

"Saat ini pengadilan menyebutkan tidak bisa diterima alasan keberatan masyarakat, dari 200 hektar itu ada 7,7 hektare yang dikonsinyasikan pada pengadilan karena pemiliknya masih keberatan," ucapnya.

Kemudian dinamika terkait togok atau kelong nelayan, ia menegaskan komitmen dalam memberikan ganti rugi sesuai aturan yang ada dan menggandeng pemerintah setempat.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved