Pelabuhan Kijing Berskala Internasional Akan Mendongkrak Perekonomian Kalbar

Pembangunan ini merulakan proyek strategis nasional yang telah dicanangkan pemerintah pusat bidang kemaritiman.

Pelabuhan Kijing Berskala Internasional Akan Mendongkrak Perekonomian Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/SYAHRONI
Senior Vice President Managemen Proyek Strategis PT Pelindo, Zuhri Iryansyah saat menjelaskan mengenai Pelabuhan Kijing. 

Pelabuhan Kijing Berskala Internasional Akan Mendongkrak Perekonomian Kalbar

MEMPAWAH- Senior Vice President Managemen Proyek Strategis PT Pelindo, Zuhri Iryansyah menjelaskan saat ini sedang mengembangkan Terminal Kijing atau Pelabuhan Kijing yang bertarap internasional.

Pembangunan ini merulakan proyek strategis nasional yang telah dicanangkan pemerintah pusat bidang kemaritiman.

PT Pelindo II mendapatkan mandat dari pemerintah untuk mengembangkan Pelabuhan Kijing.

Lanjut disampaikannya pembangunan Pelabuhan Kijing mengingat Pelabuhan Dwikora Pontianak adalah pelabuhan sungai, apalagi pelabuhan itu berada di tengah kota dan terbatas untuk pengembangannya.

Baca: Pelabuhan Kijing Beroperasi Potensi Pemasukan Kalbar Hingga Rp 500 Miliar

Baca: VIDEO: Tinjau Progres Pelabuhan Kijing, Sutarmidji: Berpotensi Memberikan Rp500 M Per Tahun

Baca: Gelar Konferensi Pers Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kijing, Ini Yang Disampaikan PT Pelindo II

"Dalam mensuport Kalbar perlu ada pelabuhan baru. Pelabuhan Dwikora sedimentasi tinggi dan biaya pengerukan sangat besar. Oleh karena itu perlu pengembangan pelabuhan lainnya yaitu Kijing, Mempawah 80 KM dari Kota Pontianak," ucap Senior Vice President Managemen Proyek Strategis PT Pelindo, Zuhri Iryansyah saat diwawancarai, Kamis (19/9/2019).

Kedalaman Pelabuhanan Kijing berskala internasional, kemudian posisi sangat stategis. Ia menegaskan apabila pelabuhan ini jadi akan mendongkrak ekonomi Kalimantan Barat secara umum dan Mempawah khususnya.

"Kita membangun pelabuhan dengan kedalaman 15 meter, perkembangan pelabuhan harus bisa mengikiti tren pelayaran dunia, menyesuaikan kapal besar," tambahnya.

Pengembangan Pelabuhan Kijing juga berkaitan dengan banyaknya komoditi Kalbar seperti CPO, Bauksit, Alumina dan lainnya.

Semua kegiatan ekspor CPO tidak pernah dicatat di Prov Kalbar tapi dibawa kepelabuhan luar, sehingga tidak memberikan pemasukan sendiri bagi Kalbar.

"Rencana kami di Kijing dikembangkan hampir 5 KM panjang dermaga, sekarang tahap pertama panjang dermaga 1000 meter dan lebar 100 meter,' tambahnya.

Ia menegaskan segala persoalan sosial sudah diselesaikan sesuai dengan kalur hukum uang ada, mulai ganti rugi lahan, ganti rugi togok atau kelong nelayan dan persoalan lainnya.

Namun dalam pembangunan tentu ada dinamika sosial yang terjadi, tapi pihak Pelindo ditegaskannya berkomitmen menuntaskan semua itu.

"Dinamika tentu ada, kami tetap sesuai dengan aturan yang ada seperti AMDAL. Pengelolaan masyarakat dan setiap tiga bulan dievaluasi sesuai syarat izin lingkungan yang ada," ucapnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved