Polda Kalbar Kembali Segel Lahan Sawit

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono SH MH, menegaskan penegakan hukum atas kebakaran lahan dan hutan atau Karhutla

Polda Kalbar Kembali Segel Lahan Sawit
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Polda Kalbar kembali segel lahan sawit 

Polda Kalbar Kembali Segel Lahan Sawit

PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono SH MH, menegaskan penegakan hukum atas kebakaran lahan dan hutan atau Karhutla di daerah ini tidak main-main.

Ia mengatakan, di Kabupaten Sintang misalnya, lahan perkebunan sawit milik PT Grand Mandiri Utama (GMU) di Dusun Ajak, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, disegel oleh Polres Sintang, pada Senin (16/9).

“Kita perintahkan Polres dan jajarannya harus berani. Lahan sawit yang terbakar seluas 7,65 hektare ini dalam proses penyelidikan Unit III Tipiter Satreskrim Polres Sintang,” ujarnya.

Kapolres bersama Forkopimda Kabupaten Sintang juga mengecek langsung lokasi terbakarnya lahan milik PT. GBU serta melakukan pemasangan spanduk larangan aktivitas membakar lahan di lokasi terbakarnya lahan, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Penegakkan Hukum yang kita lakukan, agar ada efek jera. Selain menyegel lahan perusahaan yang terbakar, pihak PT GMU juga diminta untuk menjaga dan memantau setiap lokasi perkebunan yang rawan terbakar dan tidak melakukan aktivitas di lokasi yang telah dipasang segel," katanya.

Baca: Karhutla, Polisi Segel PT. GMU di Sintang

Baca: Polres Sambas Segel Lahan Perusahaan Sawit di Galing, Kebakaran Diperkirakan Capai 20 Hektare

Baca: Tim Gakum KLHK Segel 26 Perusahaan, Empat Korporasi Tersangka

Didi juga mengatakan, Penyidik Satreskrim Polres Sintang saat ini melakukan koordinasi dengan saksi ahli terkait, seperti BPN, Perkebunan, LH, BMKG dan melakukan proses pemeriksaan terhadap para saksi dan penanggung jawab perusahaan PT GMU selaku pemilik lahan yang terbakar.

“Adapun tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian di TKP adalah, mendatangi TKP, memasang baliho Himbauan Karhutla dan, meminta kepada pihak di PT. Grand Mandiri Utama untuk dapat menjaga dan memantau setiap Lokasi Perkebunan yang rawan terbakar dan tidak melakukan aktivitas dilokasi yg telah dipasang segel,” jelasnya.

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariadi mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap penanggung jawab perusahaan PT. GMU selaku pemilik lahan yang terbakar. Melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Melakukan koordinasi dengan saksi ahli terkait (BPN, Perkebunan, LH, BMKG).

Sementara itu, di Kabupaten Sambas, berdasarkan laporan hasil kegiatan pengecekan dan pemasangan spanduk segel larangan beraktivitas di PT Chakra Khatulistiwa Prima di Dusun Dadau, Desa Tempapan Hulu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas pada Senin, 16 September 2019 pukul 09.00 WIB berdasarkan laporan Informasi dengan no : LI/67/R/IX/2019/KALBAR/RES SBS/RESKRIM tanggal 11 September 2019.

“Lokasi kebakaran berada di lokasi perkebunan kelapa sawit / dalam areal IUP perusahaan PT Chakra Khatulistiwa Prima yang berada di Dusun Dadau, Desa Tempapan Hulu. Saat berada di lokasi kebakaran IUP PT Chakra Khatulistiwa Prima didampingi oleh pihak PT Chakra Khatulistiwa Prima. Di sekitar lokasi kebakaran terdapat 2 buah kolam yang berukuran 15 x 7 meter dan yang kedua berukuran 10 x 10 meter,” kata Didi.

Ditemukan di lokasi kebakaran terdapat 2 set mesin robin yang lagi bekerja memadamkan bara api milik perusahaan PT Chakra Khatulistiwa Prima. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 20 hektare tanaman kelapa sawit yang diperkirakan berumur 2 tahun dan ± 15 Ha lahan semak belukar yang masih di dalam IUP PT Chakra Khatulistiwa Prima.

“Waktu kejadian diperkirakan mulai pada tanggal 12 Agustus 2019. Jarak tempuh yang dilalui untuk menuju lokasi sepanjang 115 Km dari Polres Sambas dan waktu yang ditempuh selama 2,5 jam dengan kondisi jalan yakni jalan aspal dan jalan tanah berdebu,” ungkap Didi.

Adapun tindakan kepolisian yang telah dilakukan adalah mendatangi TKP, melakukan olah TKP, melakukan pemasangan spanduk atau banner larangan beraktivitas di areal lokasi kebakaran di dalam IUP PT Chakra Khatulistiwa Prima, mencari saksi dan mengamankan barang bukti yang ada di TKP.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved