KLHK Segel Lahan Konsesi Terbakar Milik Puluhan Perusahaan di Kalbar, Luasnya Capai 5 Juta Hektare

Saat ini tim sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kegiatan perusahaan.

KLHK Segel Lahan Konsesi Terbakar Milik Puluhan Perusahaan di Kalbar, Luasnya Capai 5 Juta Hektare
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NOVI SAPUTRA
ILUSTASI 

KLHK Segel Areal Terbakar di Lahan Konsesi Puluhan Perusahaan di Kalbar, Luasnya Capai 5 Juta Hektare

PONTIANAK - Tim Gakkum KLHK telah melakukan penyegelan terhadap areal kebakaran di 26 perusahaan, termasuk 3 perusahaan Malaysia dan 1 perusahaan Singapura, serta 1 kebun milik Perorangan di Wilayah Provinsi Kalbar dengan total luas lahan sekitar 5.531.887 Ha, sabtu (14/9/2019).

Berdasarkan press rilis yang dikeluarkan oleh Kasi Wilayan III Balai Gakkum LHK, Wilayah Kalimantan menyampaikan bahwa dari 26 perusahaan tersebut, 3 perusahaan dan 1 perorangan telah ditingkatkan ke proses penyidikan oleh PPNS KLHK.

Penyidik KLHK bisa menjerat pelaku dengan pasal 98, pasal 99, pasal 108 dan pasal 116 UU nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman lingkungan 10 tahun penjara dan dendan 10 Milyar.

Baca: 17 Perusahaan di Kalbar Disegel Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK

Baca: KLHK Segel 17 Lahan Perkebunan, Sutarmidji Minta Bupati Lebih Tegas

Pada Sabtu 14 September 2019 Tim Gabungan KLHK yang terdiri dari Ditjen Gakkum LHK didukung balai Taman Nasional Gunung Palung dan DAOP Menggala Agni Ketapang juga melakukan penyegelan terhadap area kebakaran di dua lokasi konsesi perkebunan sawit milik PT. KAL dan PT. LS di Kabupaten Ketapang.

Penyegelan ini juga akan dilakukan terhadap 4 perusahaan yang pada areal konsesinya terjadi kebakaran. Saat ini tim sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terkait kegiatan perusahaan.

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Ir Sustyo Iriyono yang selaku kordinator bidang pelanggaran tim penanganan kebakaran hutan dan lahan Kementrian LHK dinyatakan bahwa penyegelan ini diawali dari monitoring hotspot dan firespot serta analisis spasial di Intelligence center Ditjen Gakkum LHK untuk selanjutnya dilakukan pengecekan lapangan. 

Baca: Dirjen Gakkum KLHK Terjunkan Tim Penyebab Karhutla di Kalbar, 7 Koorporasi Perkebunan Terperiksa

Baca: Tim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan KLHK RI Kunjungi Singkawang, Ini yang Dibahas

Penyegelan dilalukan sebagai langkah awal untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut dan apabila ditemukan cukup bukti akan dilanjutkan dengan proses penyidikan, penegakan hukum dan dilakukan selain untuk menindak tegas pelaku kejahatan Karhutla yang mengganggu aspek kehidupan manusia, juga sebagai upaya penyelamatan keberadaan dan kehidupan satwa liar.

"Seperti yang kita saksikan salah satu habitat terpenting orang utan di Kalbae yaitu kawasan ekosistem esensial koridor orang utan lanskap Sungai Puteri Gunung Palung Kabupaten Ketapang telah terkepung api dan asap Karhutla yang mengancam kehidupan orangutan," ujarnya dalam press rilis.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Ditjen Gakkum LHK juga berkordinasi dengan pemerintah daerah provinsi Kalbar, kepolisian dan TNI guna sinergitas dala penangan Karhutla. 

Baca: VIDEO: Sekjen KLHK Bambang Hendroyono Menjelaskan Pengelolaan Hutan

Baca: Penyidik KLHK Tetapkan Warga Kubu Raya Sebagai Tersangka Pembakaran 274 Hektare Lahan

Kepala Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Subhan menambahkan bahwa balai Gakkum LHK Kalimantan akan terus melakukan pemantauan, pengawasan dan penindakan terhadap pelaku kejahatan Karhutla.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK , Rasio Ridho Sani , menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk daei keseriusan dan komitmen Kementrian LHK dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup.

Karhutla merupakan ancaman yang serius terhadap kerusakan ekosistem hutan dan lingkungan hidup.

Karhutla menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang sangat tinggi, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, proses belajar anak terganggu, dan bahkan mengancam keselamatan jiwa manusia. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved