PPDKB Menilai Wiranto Tidak Memahami Adat dan Kearifan Lokal Berladang

Ritual adat ngawah adalah ritual adat yang sangat sakral untuk penentukan lokasi mana yang boleh untuk berladang.

PPDKB Menilai Wiranto Tidak Memahami Adat dan Kearifan Lokal Berladang
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sisa pembakaran ladang tampak pada poto sehari selesi pembakaran asap menghilang. 

Citizen Repoter
Ketua Persatuan Pemudak Dayak Kabupaten Bengkayang
Alo

PPDKB Menilai Wiranto Tidak Memahami Adat dan Kearifan Lokal Berladang

BENGKAYANG-Berladang merupakan tradisi leluhur sejak jaman sebelum bagsa Indonesia merdeka, tradisi ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat suku Dayak yang sangat tradisional dan sarat dengan kearifan lokal yang diawali dengan ritual adat.

Bagi komunitas masyarakat adat Dayak (Binua Lumar) Desa Lamolda, Dusun Baremada, Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang misalnya.

Bagi masyarakat Desa Lamolda sebelum melakukan aktivitas perladangan, terlebih dahulu diawali dengan melakukan musyawarah adat untuk menyatukan kesepahaman tentang persiapan berladang yang diawali dengan ritual adat (Ngawah).

Ritual adat ngawah adalah ritual adat yang sangat sakral untuk penentukan lokasi mana yang boleh untuk berladang.

Baca: PMKRI Cabang Pontianak Angkat Bicara Terkait Pernyataan Menko Polhukam Wiranto

Baca: Darwilias Menyayangkan Pernyataan Wiranto Terkait Peladang Sebagai Penyebab Kabut Asap

Ketentuan itu tentu atas restu Nyabata/Jubata,Tuhan Yang Maha Kuasa melalui utusan restu roh nenek moyang terdahulu, bagi masyarakat Dayak,berladang itu tidak sembarangan harus ada ketentuan dan aturan adatnya.

Menyikapi persoalan tuduhan peladang adalah biang dari penyebab kabut asap yang tidak mendasar pada masyarakat adat, yang notabene adalah peladang.

Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Alo menilai sikap berlebihan oleh pak Wiranto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan adalah suatu kesalahan yang keliru.

Sebagai kompensasi Wiranto mengatakan pemerintah akan merekrut patani menjadi pasukan MANDALA AGNI,pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan, Ketua Pemuda Dayak Bengkayang, Alo menilai suatu gagasan dan ide yang salah yang tidak mengedepankan kearifan lokal dan budaya.

Halaman
12
Penulis: Anesh Viduka
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved