PMKRI Cabang Pontianak Angkat Bicara Terkait Pernyataan Menko Polhukam Wiranto

Pernyataan tersebut nyatanya juga mendapat tanggapan serius dari Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Srilinus Lino.

PMKRI Cabang Pontianak Angkat Bicara Terkait Pernyataan Menko Polhukam Wiranto
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Srilinus Lino 

PMKRI Cabang Pontianak Angkat Bicara Terkait Pernyataan Menko Polhukam Wiranto

PONTIANAK- Sejumlah aliansi masyarakat, forum komunikasi bahkan organisasi yang berada di Kalimantan mengecam pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) tentang kebakaran hutan yang diakibatkan para peladang. Seperti yang dilansir dari www.vivanews.com.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan.

"Karhutla sering terjadi lantaran salah satu faktornya, masyarakat yang notabene peladang sering membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Pernyataan tersebut nyatanya juga mendapat tanggapan serius dari Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak Srilinus Lino.

Ia mengatakan pernyataan Wiranto tersebut merupakan bentuk pembelaan Kepada perusahaan yang membakar lahan. Minggu (15/9/2019).

"Kita menilai pernyataan tersebut wujud pembelaan Wiranto pada perusahaan yang melakukan pembakaran hutan, dimana pemerintah dan aparat penegak hukum tengah berupaya melakukan langkah penegakan hukum kepada sejumlah perusahaan pembakar hutan dan lahan sekarang ini," ujarnya.

Baca: Persatuan Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang Kecam Pernyataan Wiranto

Baca: Darwilias Menyayangkan Pernyataan Wiranto Terkait Peladang Sebagai Penyebab Kabut Asap

Bencana kabut asap yang hingga saat ini masih terjadi menurutnya tidak ada hubungannya dengan para peladang. Yang mana sekarang ini para peladang sudah masuk pada musim nugal atau penanaman padi bahkan di beberapa daerah padi tersebut sudah tumbuh.

"Tuduhan Wiranto, kepada peladang sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan merupakan kegagalan negara dalam mengakui dan menghormati kearifan lokal masyarakat adat," Katanya.

"Kita minta agar Wiranto secara terbuka untuk meminta maaf kepada masyarakat adat terkhusus para peladang sebagai bentuk menghormati kearifan lokal masyarakat adat," pungkasnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved