AMAN Kalbar Sebut Pernyataan Pak Wiranto Tentang Peladang dan Karhutla Tidak Berdasar

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat (Kalbar) angkat bicara mengenai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik

AMAN Kalbar Sebut Pernyataan Pak Wiranto Tentang Peladang dan Karhutla Tidak Berdasar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) AMAN Kalbar, Dominikus Uyub. 

AMAN Kalbar Sebut Pernyataan Pak Wiranto Tentang Peladang dan Karhutla, Tidak Berdasar

SINGKAWANG - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat (Kalbar) angkat bicara mengenai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang mengenai peladang dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Berikut pernyataan yang disampaikan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
Kalimantan Barat, Dominikus Uyub.

Jika para peladang tidak lagi berladang karena menjadi tim pemadam api dengan mendapat gaji dari pemerintah, otomatis tidak ada lagi api yang bersumber dari peladang.

Lalu, api siapa yang akan dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran itu?

Kedua, jika para peladang buka ladang dgn tidak bakar ladangnya karena teknologi melalui bapak asuh dari korporasi, apakah ada korelasinya dengan tim pemadam api dari masyarakat peladang dengan asap dan api yang muncul setelah tidak ada lagi peladang bakar ladang bahkan tidak berladang?

Baca: Soroti Masalah Karhutla, Bambang Haryo: Salah Satu yang Paling Buruk adalah di Pekanbaru Riau

Baca: Wiranto Mohon Dukungan Doa Masyarakat Agar Aparat Bisa Menjaga Bangsa dan Negara

Baca: Polsek Lumar Gelar Koordinasi dengan PT PML Tanggulangi Bencana Karhutla

Jika ada korelasinya, maka bisa diduga bahwa kebakaran lahan berasal dari korporasi yg buka lahan dengan cara bakar.

Dengan begitu, apakah pernyataan Pak Wiranto adalah solusi?
Saya pikir ini bukan solusi, tapi mimpi di siang hari.

Secara budaya, bukankah pemikiran seperti ini akan membuat masyarakat adat secara perlahan-lahan meninggalkan bahkan melupakan tradisi dan ritual yang menjadi bagian dari kebudayaannya akan punah? Jawabannya, iya, punah.

Dari sisi ekonomi. Pertanyaannya, jika gaji yang diberikan kepada peladang karena tidak lagi berladang hanya semata-mata dihitung dari sekian kilo beras perbulan kepada setiap KK peladang, maka dipastikan bahwa peladang akan menderita.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved