Jadi Korban Kiriman Asap dari Daerah, Kota Pontianak Liburkan Sekolah

Seiring semakin pekatnya kabut asap melanda akibat kebakaran hutan dan lahan sehingga kualitas udara terus memburuk Pemerintah Kota Pontianak

Jadi Korban Kiriman Asap dari Daerah, Kota Pontianak Liburkan Sekolah
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kabut asap pekat menyebabkan jarak pandang terbatas di atas Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/9/2019). Meski belum mengganggu transportasi sungai, KSOP Pontianak mengimbau pengelola jasa pelayaran serta masyarakat untuk lebih berhati-hati karena jarak pandang yang terbatas. 

Jadi Korban Kiriman Asap dari Daerah, Kota Pontianak Liburkan Sekolah

PONTIANAK - Seiring semakin pekatnya kabut asap melanda akibat kebakaran hutan dan lahan sehingga kualitas udara terus memburuk Pemerintah Kota Pontianak telah mengeluarkan edaran terkait diliburkannya proses belajar mengajar di sekolah TK, SD dan SMP.

Pontianak adalah daerah yang menjadi korban akibat karhutla yang terjadi di daerah atau kabupaten, dengan kata lain asap yang ada merupakan kiriman karena beberapa hari terakhir tidak terpantau titik panas maupun titik api.

Surat edaran tersebut, dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Pontianak Nomor 800/4101/Umum. Surat itu dikeluarkan Rabu (11/9/2019) sore.

Adapun tanggal diliburkannya proses belajar mengajar dimulai tanggal 12-14 September dan Senin (16/9/) masuk seperti biasa.

Didalam surat yang dikeluarkan oleh Disdikbud tersebut disebutkan pula para tenaga pendidikan dan pegawai masuk seperti biasanya. Sedangkan yang libur hanyalah muridnya.

Baca: Kabut Asap Tebal Selimuti Mempawah, Sekolah Belum Libur, Bupati Erlina Imbau Gunakan Masker

Baca: KABUT Asap Kembali Pekat! Aktivitas Penerbangan Kalbar Delay & Dibatalkan, BMKG Pantau 567 Hotspot

"Melihat kondisi udara yang kian memburuk, maka siswa PAUD/TK, SD dan SMP kita liburkan selama tiga hari dan untuk sementara belajar di rumah masing-masing," ujar Edi Kamtono, Rabu (11/9) malam.

Menurutnya, bila dilihat visualnya memang asap terlihat agak pekat. Ia berharap asap ini akan segera hilang dengan adanya angin maupun hujan.

Edi mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama anak-anak. Warga yang beraktivitas di luar rumah, juga dihimbau tetap mengenakan masker.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tinorma memastikan saat ini asap yang ada di Kota Pontianak adalah kiriman dari kabupaten lainnya, satupun tidak api beberapa hari terakhir tidak terpantau di Kota Pontianak.

"Ini adalah asap kiriman dan tergantung angin, hotspot atau titik api di Kota Pontianak nihil. Asap yang ada di Pontianak ini berasal dari kabupaten sekitar," ujar Tinorma Butar-butar saat diwawancarai.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved