Kabut Asap Tebal Selimuti Mempawah, Sekolah Belum Libur, Bupati Erlina Imbau Gunakan Masker

Bupati khawatir siswa-siswi yang sedang belajar dan aktif sekolah jatuh sakit akibat kabut asap dikarenakan terserang ISPA.

Kabut Asap Tebal Selimuti Mempawah, Sekolah Belum Libur, Bupati Erlina Imbau Gunakan Masker
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ASHORY
Kabut asap tebal di Kabupaten Mempawah, Bupati mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. 

Kabut Asap Tebal Tapi Sekolah Belum Libur, Bupati Mempawah Imbau Masyarakat Gunakan Masker

MEMPAWAH - Saat ini kondisi udara di Mabupaten Mempawah diselimuti oleh kabut asap yang cukup tebal, Rabu (11/9/2019).

Kendati demikian masyarakat terlihat masih beraktivitas di luar ruangan dan masih banyak yang tidak menggunakan masker.

Meskipun aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Mempawah belum diliburkan Bupati Mempawah, Hj Erlina mengimbau agar siswa-siswi mulai dari tingkat TK SD SMP dan SMA untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

Bupati khawatir siswa-siswi yang sedang belajar dan aktif sekolah jatuh sakit akibat kabut asap dikarenakan terserang ISPA.

Selain siswa-siswi Bupati juga menekankan kepada orang dewasa dan seluruh masyarakat Kabupaten Mempawah untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. 

Baca: KABUT Asap Kembali Pekat! Aktivitas Penerbangan Kalbar Delay & Dibatalkan, BMKG Pantau 567 Hotspot

Baca: VIDEO: Kabut Asap Menyelimuti Sungai Kapuas, Jarak Pandang Berkisar 150 Meter

"Jika tidak ada keperluan yang begitu penting di luar rumah, saya harap masyarakat lebih baik diam di rumah saja sebab kondisi saat ini kabut asap cukup tebal," ujarnya, Rabu (11/9).

Dikonfirmasi terpisah, PLT Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mempawah, Sawardi mengatakan saat ini pihaknya belum meliburkan siswa sebab masih menunggu keputusan dari BMKG dan Dinas Kesehatan Terkait kondisi udara.

"Mohon maaf kami belum mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan siswa kami masih menunggu keputusan dari BMKG dan Dinas Kesehatan," katanya.

Kendati belum ada mengeluarkan surat edaran, Sawardi mengatakan bahwa pihaknya secara lisan sudah menyampaikan kepada seluruh satuan pendidikan, jika memang kondisi udara cukup parah maka siswa boleh belajar di rumah. 

Baca: Polres Mempawah Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu di Kubu, Ini Barang Bukti Yang Disita

Baca: Makam Opu Daeng Manambon, Cagar Budaya di Kabupaten Mempawah yang Kental Dengan Nilai Historis

"Scara lisan sudah kami sampaikan pada satuan pendidikan kalau memang kondisi kabut asap cukup parah maka siswa dapat belajar di rumah," ujarnya.

Di lain sisi, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji telah mengeluarkan surat edaran untuk meliburkan siswa SMA SMK dan SLB karena kondisi udara sudah tidak sehat, karena pencemaran kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

Dalam surat edarannya Gubernur Kalbar telah meliburkan siswa mulai dari tanggal 12 sampai tanggal 14 September dan akan masuk seperti biasa pada tanggal 16 September 2019.

Kendati demikian dalam surat edaran tersebut Sutarmidji menegaskan bagi sekolah atau wilayah yang kondisi kabut asap masih memungkinkan dan tidak terlalu parah masih tetap harus melanjutkan kegiatan belajar mengajar, artinya hal itu masih fleksibel. 

Udate berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved