Maksud dan Tujuan Kunjungan Civitas Akademika IPDN di Kabupaten Sambas

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah pagi tadi melaksanakan kegiatan Pembukaan dan Pembekalan Pendampingan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perbatasan

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah saat menerima plakat dari IPDN untuk Kabupaten Sambas, Selasa (10/9/2019). 

Maksud dan Tujuan Kunjungan Civitas Akademika IPDN di Kabupaten Sambas

SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah pagi tadi melaksanakan kegiatan Pembukaan dan Pembekalan Pendampingan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Perbatasan di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (LPM IPDN), di aula utama kantor Bupati Sambas.

Selain Bupati Sambas, turut hadir dalam kesempatan itu Rektor IPDN Prof. DR. Murtir Jeddawi, S.H.,S.Sos.,M.Si, Kepala LPM-IPDN Prof. Muchlis Hamdi, M.P.A., Ph.D., beserta seluruh Tim Pembukaan dan Tim Pendampingan IPDN, Prof. Muhamad Ilham M,Si, Dosen IPDN), Sekda Sambas Ferry Madagaskar, Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya kepala Tim Dosen IPDN, Kepala LPM-IPDN Prof. Muchlis Hamdi, M.P.A., Ph.D., mengatakan jika maksud dan tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat IPDN di Kabupaten Sambas adalah bahwa LPM sebagai bagian integrasi IPDN.

Baca: Hairiah Minta IPDN Beri Kesempatan Kepada Putra-putri Sambas

Baca: Sambut Kedatangan Tim Dosen IPDN, Hairiah: IPDN Berikan Sumbangsih Pemikiran Untuk Sambas

Dengan demikian, maka tujuannya adalah untuk mengaktualisasikan peran Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, selain fungsi pengembangan keilmuan dalam proses pembelajaran dan fungsi penelitian.

"Bagi IPDN kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan media aktualisasi pengabdian keilmuan, praktek penyelenggaraan pemerintahan yang ditumbuhkembangkan di lingkungan kampus IPDN dengan memberikan perspektif-perspektif baru dan memberi solusi sebatas kapasitas keilmuannya," ujarnya, Selasa (10/9/2019).

"Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini juga merupakan media bagi para dosen IPDN untuk mengkombinasikan antara teori-teori yang ada dengan problematika pemerintahan dengan isu-isu kekinian sehingga dapat memperkaya teori-teori yang telah ada atau menggugurkan teori yang anomali," sambungnya.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi IPDN. Ia juga menuturkan, jika kegiatan tersebut di harapkan bisa memberikan manfaat bagi Kabupaten Sambas sendiri.

"Kegiatan pengabdian ini juga diharapkan dapat memberi manfaat khususnya bagi Pemda Sambas, sebagai bentuk kemitraan bagi suksesnya penyelenggaraan program-program pemerintahan, pembangunan di daerah serta pembinaan masyarakat dengan mencari solusi bersama dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah," tegasnya.

Dengan di laksanakannya kegiatan tersebut. Ia ungkapkan maka IPDN bisa melakukan identifikasi dan membuat perumusan untuk solusi-solusi yang bisa di ambil.

"Kegiatan pengabdian masyarakat perbatasan dilakukan untuk menemukan dan mengidentifikasi masalah serta perumusan solusi terhadap masalah-masalah prioritas yang dihadapi di Desa dan masyarakat," katanya.

"Dengan program yaitu administrasi umum dan administrasi keuangan Desa, pengelolaan BUMDes dan Tekhnologi Tepat Guna," ungkapnya.

Adapun solusi yang bisa di ambil adalah berupa kebijakan, orientasi pelatihan dan masih banyak lagi.

"Solusi dapat berupa kebijakan, orientasi pelatihan, penyuluhan atau bimbingan tekhnis dan metode yang sesuai dengan substansi masalah yang dihadapi serta ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut," tuturnya.

Untuk diketahui, pendampingan dilakukan oleh dosen/pendamping dari IPDN sebanyak 8 orang dan 1 Kepala Pusat di lokasi pendampingan selama 11-13 September 2019.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved