Kabut Asap Selimuti Sanggau, Ini Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Hal Ini

Namun, Ontot pun mengaku terus memonitor perkembangan kabut asap yang terjadi di Kota Sanggau.

Kabut Asap Selimuti Sanggau, Ini Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Kabut asap yang menyelimuti Kota Sanggau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (10/9/2019), pukul 07.26 Wib 

Kabut Asap Selimuti Sanggau, Ini Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Hal Ini

SANGGAU - Pagi ini kabut asap terlihat menyelimuti Kota Sanggau, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (10/9/2019), pukul 07.26 Wib. Memang sejak beberapa hari terakhir, kabut asap ini sudah mulai terlihat. 

Pantauan Tribun, tampak kabut asap mulai menyelimuti Kota Sanggau, namun belum terlalu pekat dan jarak pandang pun belum begitu terganggu. Kendati begitu diharapkan agar tetap selalu hati-hati.

Baca: Kondisi Udara di Pontianak Tak Sehat, Jarak Pandang Terganggu Kabut Asap

Baca: Penanganan Demam Pada Anak dengan Metode Tepid Sponge

Wakil Bupati Sanggau yang juga Ketua Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan, belum mengetahui sumber kabut asap tersebut, Apakah kiriman dari daerah lain atau bagaimana.

Namun, Ontot pun mengaku terus memonitor perkembangan kabut asap yang terjadi di Kota Sanggau.

"Setahu saya bukan dari kita, karena kalau sudah bulan September ini orang sudah tidak lagi membakar seperti bulan Agustus. Karena hebat-hebatnya orang membakar ini bulan Agustus yang lalu," katanya, Senin (9/9/2019).

Untuk titik api di Sanggau saat ini, lanjutnya, tidak terlalu besar. Informasi terakhir hanya sembilan titik hotspot. 

Ia menambahkan, kondisi kabut asap yang menyelimuti kota Sanggau saat ini sudah dirasakan sangat mengganggu aktifitas warga.

"Kita belum punya alat pengukur kualitas udara. Tapi kalau kita pantau sekilas sudah mulai mengganggu,"jelasnya.

Untuk itulah, Ontot mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, terutama kepada anak-anak sekolah."Yang jelas kita harus hati-hati saja,"pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved