Mobil Jokowi Mogok di Bundaran Untan saat Kunjungan Kerja di Pontianak Kalimantan Barat

MOBIL Jokowi Mogok Dua Kali saat Kunjungan Kerja di Pontianak Kalimantan Barat

(Istimewa)
Mobil dinas kepresidenan mogok di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. 

MOBIL Jokowi Mogok Dua Kali saat Kunjungan Kerja di Pontianak Kalimantan Barat

PONTIANAK - Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019), diwarnai sebuah insiden kecil.

Mobil kepresidenan dengan plat Indonesia 1 mogok tepat di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Teknisi tampak membuka kap mesin dan berusaha memperbaiki sedan hitam bermerek Mercedes Benz tersebut.

Baca: VIDEO: Disapa Awak Media, Jokowi Hanya Lambaikan Tangan dan Katakan Ini

"Sekarang lagi dicek. Tadi ketika acara selesai, dan mobil mau mundur, tiba-tiba kehilangan tenaga," kata seorang personel TNI berpangkat kolonel yang tengah mengamankan situasi di sekitar areal Digulis.

Dia menerangkan, mobil yang digunakan presiden dalam kunjungan kali ini merupakan mobil lama.

Mobil ini pula yang sempat mogok saat kunjungan Presiden ke Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, beberapa waktu lalu.

"Sekarang Pak Presiden sudah pindah ke mobil cadangan Toyota Alphard," ujar dia.

Baca: Presiden Joko Widodo (Jokowi) Tiba di Kalimantan Barat, Disambut Tarian Adat Melayu

Sebagaimana diketahui, kunjungan kerja Jokowi ke Pontianak dalam rangka penyerahan Surat Keputusan (SK) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pelepasan Kawasan Tanah Objek Reforma Agraria di Bundaran Digulis, Universitas Tanjungpura.

Selain itu, acara dilanjutkan penyerahan alam SK Hutan Adat di Rumah Radakng Pontianak.

Sebelumnya, mobil dinas RI 1 juga sempat mogok saat Presiden Joko Widodo melakukan perjalanan dinas di Kalimantan Barat.

Mobil dinas kepresidenan mogok di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
Mobil dinas kepresidenan mogok di Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.(Istimewa)

Hal tersebut terjadi usai Jokowi dan rombongan meresmikan 8 Mobile Power Plant (MPP) di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, pada Maret 2017.

Tiba-tiba saja, saat menuju Kabupaten Kubu Raya untuk makan siang, Mobil RI 1 itu mogok di tengah jalan.

"Iya, mogok di perjalanan setelah menempuh perjalanan lebih kurang 30 menit," kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin yang juga ikut dalam rombongan Jokowi.

Baca: VIDEO: Dua SK Hutan Adat Diserahkan Jokowi, Karolin: Tabungan Anak Cucu Dimasa Mendatang

Menurut Bey, mobil Mercedes Benz S-600 itu mogok karena bermasalah pada gasnya.

Masalah tersebut membuat kendaraan tidak bisa berjalan dalam keadaan normal.

Saat tiba di lokasi acara, Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi hanya melambaikan tangan saat disapa oleh sejumlah awak media di Kalbar.

Ia pun hanya menyampaikan beberapa patah kata guna mengungkapkan masih enggan diwawancara.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi membagikan SK Pelepasan Hutan Untuk TORA dan Hutan Adat dan pembagian Sertifikat untuk rakyat di Kalimantan Barat, Kamis (05/09/2019).

Baca: Aparat Berjaga Sambut Kedatangan Jokowi ke Pontianak

Baca: Presiden Joko Widodo (Jokowi) Tiba di Kalimantan Barat, Disambut Tarian Adat Melayu

Baca: Kunker ke Pontianak, Mobil Kepresidenan Sudah Siap Jemput Jokowi

Penyerahan ini dilaksanakan di Taman Kota Digulist Kota Pontianak.

"Nanti ya nanti," kata Jokowi sambil melambaikan tangan dan tersenyum ke awak media.

Dalam acara itu, Presiden Jokowi membagikan 133 ribu sertifikat untuk 5200 KK, di Taman Kota Taman Digulist, Jalan Ahmad Yani Kota Pontianak, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya, Jokowi menerangkan jika pihaknya akan terus menggenjot penerbitan sertifikat yang akan dibagikan kepada masyarakat.

"Pertama perlu saya sampaikan tentang sertifikat, di Indonesia diseluruh tanah air harusnya ada 126 juta sertifikat tanah yang harusnya dipegang rakyat, tetapi ditahun 2015 baru 46 juta yang diterima, jadi yang belum terima sertifikat ada 80 juta yang mestinya pegang sertifikat, 80 juta," kata Jokowi.

"Setahun produksi sertifikat kita 500 ribu sebelumnya dulu, berarti kalau 80 juta bapak ibu nunggu sertifikatnya 160 tahun, mau? Siapa yang mau nunggu sertifikat 160 tahun, mau? Yang mau maju sini saya beri sepeda," seloroh Presiden ke-7 ini disambut tawa masyarakat yang hadir.

Terkait hal inilah, menurut Jokowi yang akan terus dikejar sehingga kinerja BPN dimaksimalkan.

"Inilah yang ingin kita selesaikan sehingga saya ingat 2015 akhir, 2016 saya perintahkan kepada Menteri BPN, saya minta 5 juta harus keluar, dari 500 ribu menjadi 5 juta," katanya.

"Terus 2018 saya gak mau 5 juta lagi, 7 juta harus keluar. Tahun ini target kita 9 juta harus keluar, saya yakin Insyallah akan bisa terselesaikan karena 5, 7, 9 juta terlampai, nyatanya kita bisa melakukan itu," papar Jokowi.

Baca: Mobil Jokowi Mogok di Bundaran Untan saat Kunjungan Kerja di Pontianak Kalimantan Barat

Baca: Edi Kamtono: Bujang Dare Harus Cerdas dan Berpengetahuan Luas

"Perkiraan kita nanti di 2025 semua lahan yang 80 juta sudah bersertifikat, jadi tidak ada lagi begitu saya masuk ke kampung, ke desa, sengketa lahan, sengketa tanah, konflik tanah, konflik lahan, gak ada, itu yang menyebabkan sering konflik di situ, tanah, disemua provinsi, disemua wilayah kita karena 80 juta belum bersertifikat," timpal Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi pun menungkapkan jika Kanwil BPN Provinsi maupun Kabupaten yang tidak maksimal dalam bekerja dan tidak sesuai target akan diganti, tidak terkecuali menteri.

"Inilah problem yang harus saya sampaikan apa adanya, tapi rampung percayalah, kantor BPN sekarang kerjanya dari pagi sampai tengah malam, sabtu minggu juga urusi penyelesaian sertifikat, karena saya target. Menterinya saya target 9 juta, Mentri ke Kanwil BPN, kamu 2 juta, kamu 3 juta, yang gak selesai ganti aja Kanwilnya," kata dia.

"Kanwil perintah kantor di Kabupaten, kamu 100 ribu, kamu 200 ribu, kantor BPN Kabupaten gak selesai ya ganti juga," imbuh Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Hal ini, lanjutnya, adalah proses kita untuk distribusi lahan, dan memegang kepastian hukum.

"Setelah pegang ini tolong juga diurus ke BPN untuk menjadi sertifikatnya, tapi ini sudah kuat sebetulnya, tapi kalau mau sertifikat lagi urus dikantor BPN," pesan orang nomor 1 Indonesia ini.

Ia pun mengungkapkan, dengan 133 ribu sertifikat yang dibagikan, untuk 5200 KK status hukumnya menjadi jelas.

"Saya sudah ingatkan juga, tanah yang tidak produktif cabut, harus produktif, ada yang mau dipake untuk tanam durian serumbut, gak ada? Ada yang mau untuk ditanam singkong? Jika punya lahan tolong dihitung perkiraan berapa pohon, hasil tiap pohon dan semua harus terhitung kalau kita punya duit, apalagi pinjam bank hitungannya harus lebih detail lagi," tutup Jokowi

Dalam acara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidiji dan Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Oesman Sapta Oedang (OSO) mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke lokasi penyerahan sertifikat TORA, di Taman Digulis Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (5/9/2019) pagi WIB.

Joko Widodo sampai ke Taman Digulis sekitar pukul 10.40 WIB, dengan lebih dulu datang iring-iringan petugas keamanan.

Kedatangan Presiden disambut tarian adat Melayu dengan lantunan musik khas Melayu Pontianak.

Baca: Kunker ke Pontianak, Mobil Kepresidenan Sudah Siap Jemput Jokowi

Baca: Komsos Kreatif Kodim Putussibau, Gelar Lomba Tarian Kreasi Tingkat Pelajar

Baca: Melayu Kreatif Kota Singkawang Gelar Ketupat Festival 1, Targetkan 13 Ribu Ketupat

Mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam andalannya, Presiden Joko Widodo menyempatkan sejenak menyapa para penari.

Kemudian bersama rombongan langsung menuju panggung utama yang berada di bagian dalam Taman Digulis Pontianak.

Berikut video saat kedatangan Presiden Joko Widodo ke Pontianak tepatnya Taman Digulis Universitas Tanjungpura (Untan). 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved