Satpol PP Amakan 10 Orang Diduga Mesum di Indekos

Razia penertiban penyakit masyarakat yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak

Satpol PP Amakan 10 Orang Diduga Mesum di Indekos
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Foto para wanita yang diamankan Satpol PP yang diduga kumpul kebo kantaran menginap sekamar dengan lawan jenis yang tanpa ikatan. 

Satpol PP Amakan 10 Orang Diduga Mesum di Indekos

PONTIANAK - Razia penertiban penyakit masyarakat yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak berhasil mengamankan 10 orang dari lima pasangan tanpa status kedapatan ngamar.

Petugas langsung mengamankan setelah menemukan pasangan pria dan wanita sekamar tanpa bukti ikatan yang sah.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-perundangan Daerah Satpol PP Kota Pontianak, Nazaruddin menyampaikan dari 10 pasangan itu diamankan pada dua indekos yang berbeda. Indekos itu terdapat
di Gang Rawa Indah dan Gang Mendawai di Jalan Imam Bonjol, Rabu (4/9/2019).

10 orang terdiri dari lima pasangan, dengan rincian satu kamar ditemukan satu pasangan dan dua kamar lainnya masing-masing ditemukan dua pasangan. Pasangan diduga kumpul kebo langsung diamankan oleh Satpol PP untuk dibawa ke Kantor Pengadilan dan langsung disidang.

Baca: Diduga Kumpul Kebo, 10 Orang Diamankan Satpol PP Kota Pontianak di Indekos Imam Bonjol

Baca: BREAKING NEWS - Mobil Patwal Rombongan Pj Sekda Kapuas Hulu Tabrakan Beruntun

Baca: SAR Pontianak Terjunkan Tim Rescue Sintang

Razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pontianak adalah agenda rutin mencegah penyakit masyarakat.

"Kita melakukan penertiban rutin terhadap indekos-indekos yang ada, ini bagian dari program Sidang Cepat Operasi Yustisi (SiCepoy) yang merupakan inovasi dari Satpol PP Kota Pontianak," ucap Nazarudin saat diwawancarai.

Nazaruddin menerangkan, operasi penertiban ini dimulai dari Jalan Imam Bonjol Gang Rawa Indah. Namun di lokasi ini pihaknya tidak menemukan pasangan yang menghuni kamar kos.

"Ada sebuah kamar yang dicurigai namun pasangan prianya sudah lebih dulu keluar. Hanya tinggal seorang wanita. Sementara dalam Perda Nomor 3 Tahun 2004, yang bisa diamankan apabila ditemukan sepasang laki-laki dan perempuan, atau lebih sekamar," tambahnya.

Lanjut disampaikannya para pasangan yang diduga mesum mempunyai alasan bervariasi, ada yang beralasan dari kampung dan menumpang nginap di kamar temannya.

Dijelaskannya, terhadap mereka yang sudah melanggar Perda, akan diproses ke pengadilan untuk mengikuti proses sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Mereka langsung disidang dan dijatuhi sanksi oleh hakim berupa hukuman atau denda. Denda yang dikenakan bervariasi, tergantung putusan hakim.

"Ada yang dikenakan denda Rp300 ribu, ada yang Rp500 ribu per orang. Kalau misalnya sepasang laki-laki dan perempuan ditemukan sekamar, maka sanksi tipiringnya dikenakan masing-masing. Kalau per orang Rp500 ribu berarti sepasang Rp1 juta," pungkasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved