REKAM JEJAK Veronica Koman dan 6 Fakta Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

REKAM JEJAK Veronica Koman dan 6 Fakta Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya.

Editor: Marlen Sitinjak
Veronica Koman
Aktivis Papua Barat Victor Yeimo dan pengacara Indonesia, Veronica Koman (kanan), di PBB Jenewa. 

REKAM JEJAK Veronica Koman dan 6 Fakta Tersangka Provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya

Perkembangan kasus kerusuhan di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya masih terus berjalan.

Setelah Tri Susanti, polisi telah menetapkan tersangka baru pada kasus di Asrama Mahasiswa Papua tersebut.

Tersangka baru itu ialah Veronica Koman.
Hal ini disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (4/9/2019)

Dalam siaran langsung Kompas TV, Luki mengungkapkan, Veronica adalah warga negara Indonesia yang saat ini berada di luar negeri.

Irjen Pol Luki Hermawan menyebut Veronica Koman ditetapkan tersangka setelah Selasa malam penyidik melakukan gelar perkara.

Dasar penetapan tersangka selain mendalami bukti di media sosial, juga ada 3 saksi dan 3 saksi ahli.

"Sebelumnya, dia dipanggil 2 kali sebagai saksi untuk tersangka Tri Susanti, namun tidak hadir," terangnya.

Berikut 6 fakta tentang Veronica Koman, tersangka baru kasus provokasi mahasiswa Papua, dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber :

1. Seorang Aktivis

Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari (kiri) dan Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Veronica Koman dalam sebuah acara diskusi terkait Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Minggu (6/3/2016).
Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia Dian Kartikasari (kiri) dan Pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Veronica Koman dalam sebuah acara diskusi terkait Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Minggu (6/3/2016). (KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA)

Dilansir dari situs newsmandala.org, Veronica Koman adalah seorang pengacara hak asasi manusia yang fokus pada masalah Papua Barat.

Selain itu, Veronica juga dikenal konsen terhadap isu imigran, gender dan orientasi seksual.

Dia juga merupakan pendiri 'Papua itu Kita' dan Pembela Kebebasan Sipil.

Sebelumnya, Veronica bekerja di Jakarta Legal Aid Institute.

Veronica juga menempuh studi untuk Magister Hukum di Australian National University, Canberra.

2. Pernah Protes Kebijakan Donald Trump

ejumlah masyarakat melakukan protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donal Trump. Aksi itu dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).
Sejumlah masyarakat melakukan protes terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donal Trump. Aksi itu dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Sabtu (4/2/2017). (Kompas.com/Lutfy Mairizal Putra)

Dilansir Kompas.com, Veronica pernah menyuarakan protes terhadap kebijakan Donald Trump pada 2017 silam.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved