Tahun Akademik Baru, STKIP Sintang Lakukan Deklarasi Anti Radikalisme

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang melaksanakan Upacara Pembukaan Tahun Akademik

Tahun Akademik Baru, STKIP Sintang Lakukan Deklarasi Anti Radikalisme
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan Upacara Pembukaan Tahun Akademik Baru 2019/2020 dan Penandatanganan Deklarasi Anti Radikalisme di Halaman Kampus STKIP Persada Khatulistiwa, Selasa (3/9/2019) pagi. 

Tahun Akademik Baru, STKIP Sintang Lakukan Deklarasi Anti Radikalisme

SINTANG - Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persada Khatulistiwa Sintang melaksanakan Upacara Pembukaan Tahun Akademik Baru 2019/2020 dan Penandatanganan Deklarasi Anti Radikalisme di Halaman Kampus STKIP Persada Khatulistiwa, Selasa (3/9/2019) pagi.

Upacara dipimpin oleh Ketua Perkumpulan Badan Pendidikan Karya Bangsa sebagai Penyelenggara STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Lukman Riberu dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Sintang. Peserta terdiri dari para, mahasiswa, termasuk 380 mahasiswa baru.

Lukman Riberu menyampaikan bahwa momentum tahun akademik baru ini dirasakan tepat untuk diselenggarakan Deklarasi Anti Radikalisme. Sebab sangat penting bagi mahasiswa baru ini ditanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan Pancasila.

"Kita sekarang tahu, negara dan bangsa kita ini bisa terkoyak-koyak karena ancaman yang yang berkaitan dengan radikalisme dan intoleransi. Misalnya yang terjadi di Surabaya, itu contoh konkrit intoleransi, sebab tidak menghargai saudara-saudara kita dari Papua," katanya.

Baca: Penyuluhan Bela Negara Sebagai Bentuk Tindak Lanjut Menghalau Paham Radikalisme

Baca: Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan Tak Harus Menunggu 5 Tahun Bekerja

Baca: Asisten Setda Sintang Tutup Pameran Pembangunan dan Sintang Expo

Maka dari itu, menurutnya hal seperti itu jangan sampai terjadi di Kampus STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Apalagi kampus sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi- generasi muda penerus bangsa. Sehingga jangan sampai terpapar oleh paham radikalisme.

Lukman menegaskan, bahkan saat ini perguruan tinggi sudah diwanti-wanti oleh Menristekdikti agar melakukan penanganan dan penangkalan paham radikalisme sedini mungkin terhadap paham-paham tersebut. Sebab itu, pihaknya kemudian menaruh perhatian lebih akan hal ini.

"Untuk itulah, kami dari Kampus STKIP Persada Khatulistiwa Sintang membuat pernyataan yang ditandatangani oleh stakeholder, baik itu pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, mahasiswa dan lainnya. Langkah-langkah pencegahan harus kita lakukan," tambahnya.

Selanjutnya, para mahasiswa juga akan diberikan hal-hal yang positif, wawasan kebangsaan, khususnya pilar-pilar kebangsaan, lalu rasa kebhinekaan, keberagaman. Sehingga secara tegas bahwa STKIP Persada Khatulistiwa Sintang memerangi radikalisme dan intoleransi.

"Kalau kita Kristen jangan jadi orang Yahudi, kalau kita Islam jangan jadi orang Arab. Kita punya budaya kita sendiri yang harus selalu kita jaga. Kita harus menjunjung tinggi budaya nusantara. Jika tidak, maka kita nantinya akan berperang dengan bangsa sendiri," tutupnya.(Marpina Sindika Wulandari)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved