Tenaga Kerja Ilegal

30 TKA di Pembangunan Terminal Kijing Dipastikan Belum Kantongi Ijin Bekerja

Sebanyak 30 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) diduga ilegal. Dari hasil temuan Pengawas Tenaga Kerja Wilayah I Kalbar

30 TKA di Pembangunan Terminal Kijing Dipastikan Belum Kantongi Ijin Bekerja
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Proses pemancangan tiang beton di pelabuhan internasional kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, beberapa waktu lalu. 

30 TKA di Pembangunan Terminal Kijing Dipastikan Belum Kantongi Ijin Bekerja

MEMPAWAH - Sebanyak 30 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) diduga ilegal. Dari hasil temuan Pengawas Tenaga Kerja Wilayah I, Kalbar, mereka mereka bekerja di Pembangunan Kijing Mempawah, tanpa mengantongi ijin dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Para TKA tersebut dibawa oleh PT Hsing Loong Indonesia, dan dari 30 orang, mereka berada di Kapal TK SGP 31 sebanyak 14 orang dan Kapal Zhe Zhuang 7 Hao (SGP 7) sebanyak 16 orang.

Dari laporan yang tertera pada berkas nota pemeriksaan yang diterima Tribun, para TKA ilegal tersebut dipekerjakan oleh Subkon PT Wika yakni PT Hsing Loong untuk melakukan pemasangan tiang pancang beton Pembangunan Terminal Kijing.

Dalam nota pemeriksaan yang dilayangkan kepada pihak PT Wika sebagai peringatan juga tertera, "Berdasarkan UU No 13 Tahun 2003 Pasal 42 ayat(1) bahwa setiap pemberi kerja yang memperkerjakan Tenaga Kerja Asing, wajib memiliki ijin tertulis dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk,".

Berdasarkan aturan UU tersebut, pelanggaran TKA ilegal dapat dikenakan sangsi pidana penjara paling singkat satu tahun, dan paling lama 4 tahun, dan atau denda paling sedikit Rp 100 juta, dan paling banyak Rp 400 juta, dan itu dipastikan merupakan tindak pidana kejahatan.

Baca: Desas-desus Menteri Kabinet Jilid II, Peneliti CSIS Arya Fernandes Sarankan Ini ke Presiden Jokowi

Baca: Respon TKN Jokowi - Maruf Amin Soal Keseriusan Presiden Jokowi Isi Jabatan Menteri dari Anak Muda

Baca: Presiden Jokowi Serius Rekrut Anak Muda Jadi Menteri, Begini Respon Ketua DPR RI Bambang Soesatyo

Kemudian, dalam nota pemeriksaan itu juga telah memerintahkan agar PT Wika atau yang berkewenangan atas para TKA ilegal tersebut diminta untuk segera mengeluarkan seluruh pekerja asing ilegal dari lokasi kerja.

Selanjutnya diberikan tempo pengurusan ijin untuk mempekerjakan 30 orang TKA, paling lama 30 hari sejak diterimanya nota pemeriksaan oleh pihak perusahaan.

Para TKA tersebut didominasi oleh warga negara tiongkok yang dibawa oleh PT Hsing Loong Indonesia sebagai Subontraktor dari PT Wika.

Dari nota pemeriksaan yang diterima Tribun, bahwa ada dua kapal yang membawa TKA tersebut yakni Kapal SGP 31 dan Kapal SGP 7, PT. Hsing Loong Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved