Berstatus Jalan Nasional, Warga Desak Pemerintah Segera Bangun Jalan Sungai Kelik - Nanga Tayap
Warga Kecamatan Nanga Tayap mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera membangun ruas jalan Sungai Kelik menuju Nanga Tayap
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Madrosid
Berstatus Jalan Nasional, Warga Desak Pemerintah Segera Bangun Jalan Sungai Kelik - Nanga Tayap
KETAPANG - Warga Kecamatan Nanga Tayap mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera membangun ruas jalan Sungai Kelik menuju Nanga Tayap.
Pasalnya ruas jalan sepanjang 24 kilometer yang menjadi penghubung ke jalur trans Kalimantan tersebut sejak puluhan tahun lalu hingga saat ini masih berupa jalan tanah.
Tokoh masyarakat Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Ariyanto (52) mengatakan kalau sejak pertama dibuka 40 tahun lalu oleh perusahan hingga saat ini berstatus Jalan Nasional, ruas jalan Sungai Kelik - Nanga Tayap belum beraspal.
"Saya dengar kalau jalan ini seolah olah ada masalah dengan perusahaan, sedangkan jalan ini sangat kami butuhkan. Jadi saya hanya menuntut janji janji kampanye, khusus Bupati Ketapang, Bapak Martin Rantan dan Gubernur Kalbar bapak Sutarmidji," katanya, Minggu (01/09/2019).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika pembangunan ruas Jalan Nasional Sungai Kelik - Nanga Tayap ini tersandung masalah lahan dengan perusahan dan peraturan mengenai kawasan hutan, menurutnya pemerintah harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat kepentingan masyarakat terhadap jalan tersebut.
Baca: 11 Korban Kecelakaan Tunggal Bus Sekolah di Nanga Tayap Dirawat Intensif di RSU Antonius
Baca: Pengerjaan Jalan Nasional Siduk-Ketapang Diperkirakan Rampung Akhir Tahun 2019
Baca: Pawai Obor Sambut Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah di Ketapang
"Saya dengar untuk jalan ini sudah dianggarakan di pusat namun masih terbentur masalah lahan. Jadi saya minta Pemerintah Daerah harusnya berupaya dan tidak boleh kalah dengan pihak manapun. Karena sudah berapa kali rencana, sedangkan jalan Siduk - Sungai Kelik telah dibangun. Sementara kita yang dilalui ini masih saja menikmati jalan berdebu dan berlumpur," ungkapnya.
Karena itu, ia meminta perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah terhadap infrastruktur jalan tersebut agar segera diselesaikan permasalahannya dan dapat dibangun guna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Saya dapat info kalau sampai tahun depan tidak dilaksanakan maka anggaran pusat itu akan dihapus. Jadi jangan sampai pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah ini yang berakibat terkendalanya pembangunan jalan," ujarnya
Menurutnya apa bila pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang tidak mampu menyelesaikan permasalahan lahan pada tahun ini yang berakibat dihapusnya anggaran pembangunan jalan, maka pihaknya akan beramai-ramai datang ke Kantor Bupati Ketapang untuk menggelar aksi.
"Kami berharap jangan sampai warga Desa Sungai Kelik, Lembah Hijau satu dan dua, Sebuak dan Nanga Tayap sampai turun ramai ramai ke ketapang. Ini konsekuensinya jika Pemerintah Daerah tidak mampu menangani ini. Karena selama ini kami hanya dapat janji janji kampanye saat mendekati Pemilu," pungkasnya.
Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update