Tak Dapat Dipungkiri Program JKN-KIS Jadi Asuransi Andalan Masyarakat Indonesia

Khairullah (59) seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil tampak mengunjungi stand BPJS Kesehatan pada kegiatan Mempawah Expo

Tak Dapat Dipungkiri Program JKN-KIS Jadi Asuransi Andalan Masyarakat Indonesia
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Khairullah, PPU 

Tak Dapat Dipungkiri Program JKN-KIS Jadi Asuransi Andalan Masyarakat Indonesia

PONTIANAK – Khairullah (59) seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil tampak mengunjungi stand BPJS Kesehatan pada kegiatan Mempawah Expo yang berlangsung di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 20-24 Agustus 2019.

Raut wajahnya tampak penuh semangat ketika Tim BPJS Kesehatan meminta izin untuk mewawancarainya. Khairullah mengaku jika ia tak pernah absen mengunjungi event Mempawah Expo terutama ke stand BPJS Kesehatan. Khairullah pun berbagai pengalamannya menggunakan kartu BPJS Kesehatan program JKN-KIS.

“Tahun 2015 silam, saya melaksanakan operasi Jantung di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta menggunakan Program JKN-KIS. Disana saya melihat banyak sekali orang dari seluruh pelosok tanah air yang menjalani pengobatan bahkan hampir setiap orang yang saya temui menggunakan program JKN-KIS,” tutur Khairullah.

Sebelum melaksanakan Operasi Jantung, Khairullah pernah berobat menggunakan fasilitas umum di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota Pontianak, waktu itu ia mengalami masalah pada usus sehingga harus di operasi. Tak tanggung-tanggung puluhan juta rupiah harus rela ia keluarkan demi kesembuhannya.

Baca: Menkeu Sri Mulyani Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Lebih Tinggi dari DJSN, Segini Besarannya

Baca: Penggabungan Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Bila Sering Berpindah-pindah Perusahaan

Baca: Terjadi Perubahan Status Peserta BPJS ke Non Penerima Bantuan Iuran

“Dulu saya sempat mendengar jika menggunakan JKN-KIS itu harus mengantri lama termasuk operasi, makanya keluarga memutuskan menggunakan fasilitas umum. Akan tetapi setelah mengalami sendiri, saya sangat menyesal kenapa waktu dulu tidak menggunakan program JKN-KIS yang dulunya masih disebut Kartu Askes. Menurut saya program JKN-KIS tidak seperti yang dikatakan orang-orang, saya sendiri merasakannya. Pelayanannya baik, kalau antri menurut saya itu masih dalam tahap wajar. Di manapun kita berobat pasti harus mengantri, apalagi rumah sakit yang menjadi Rujukan tingkat Nasional seperti Harapan Kita,” cerita Khairullah.

Program JKN-KIS yang sudah berjalan kurang lebih 6 tahunan memang telah terbukti membantu masyarakat Indonesia. Jutaan masyarakat Indonesia kini dengan mudah mengakses pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani dengan biaya pengobatan yang sangat mahal.

Khairullah mengatakan program JKN-KIS haruslah dipertahankan dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Program ini langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama yang sedang sakit. Bahkan saya melihat sendiri rata-rata masyarakat Indonesia mengandalkan Kartu BPJS Kesehatan program JKN-KIS untuk melakukan pengobatan. Tidak seorangpun menginginkan dirinya sakit, namun kehadiran program ini membawa semangat bagi jutaan masyarakat Indonesia untuk bangkit dan sembuh berjuang melawan penyakitnya. Sebagai masyarakat kita juga harus ingat akan kewajiban kita. Jangan setelah sembuh, lalu lupa membayarkan kewajibannya. Mari bersama kita dukung program JKN-KIS, melalui semangat gotong-royong membayar iuran meskipun tidak dalam keadaan sakit,” tutup Khairullah.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved