KISAH Keluarga di Kubu Raya Tinggal di Rumah 4x6 Meter Beratapkan Daun! Terguncang dan Nyaris Roboh

KISAH Keluarga di Kubu Raya Tinggal di Rumah 4x6 Meter Beratapkan Daun! Terguncang dan Nyaris Roboh...........

Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI SABRINA
TAK LAYAK - Rahayu menggendong anaknya di rumah miliknya yang jauh dari layak di Dusun Merpati, Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Minggu (25/8).TRIBUN PONTIANAK/SEPTI SABRINA 

KISAH Keluarga di Kubu Raya Tinggal di Rumah 4x6 Meter Beratapkan Daun! Terguncang dan Nyaris Roboh

KUBU RAYA - Pemberian bantuan bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu sejatinya dapat di rasakan secara merata.

Namun di balik semua itu, faktanya di lapangan masih banyak yang belum merasakan manfaat dari bantuan tersebut

Seperti halnya Rahayu, warga Sungai Kakap, Kubu Raya ini tinggal bersama suami dan anak sematawayangnya tinggal di rumah beratap daun dengan ukuran 4x6 meter dengan lantai papan tiang cerocok kayu bulat.

Ketika hujan deras, mereka harus merasakan rembesan air jatuh menerobos rumahnya bahkan saat angin kencang, sesekali terasa terguncang akan roboh seketika.

Menurut Rahayu, selama ini keluraganya belum pernah mendapat bantuan untuk perbaikan rumah berlapis kayu menjadi dinding rumahnya.

"Bantuan apapun belum pernah saya terima dan di berikan oleh pemerintah maupun pihak lain," ungkapnya.

Baca: Realisasi Program Satu Peta, Pemprov Kalbar Jalin MoU dengan BIG

Baca: Langganan Kena Tipiring, Pol PP Kota Pontianak Segel Satu Penginapan

GUBUK  - Salma warga Jl Parit Bugis Laut, Gang Sepakat Dusun Karya 1, Desa Kuala 2 Sungai Raya, Kubu Raya berdiri di rumah gubuk miliknya. Ia sangat mengharapkan bantuan bedah rumah dari pemerintah, Selasa (27/8)
TRIBUN PONTIANAK/SEPTI SABRINA
GUBUK - Salma warga Jl Parit Bugis Laut, Gang Sepakat Dusun Karya 1, Desa Kuala 2 Sungai Raya, Kubu Raya berdiri di rumah gubuk miliknya. Ia sangat mengharapkan bantuan bedah rumah dari pemerintah, Selasa (27/8) TRIBUN PONTIANAK/SEPTI SABRINA (tribun pontianak)

Hal ini juga terjadi pada Salma warga Desa Kuala Dua.

Ia menentap di rumah beratapkan daun dengan beberapa lubang menembus langit serta dikelilingi dinding berlapis papan yang telah usang.

Salmah mengaku sangat was-was tinggal bersama dua orang anaknya di rumah tersebut.

Selain hujan disertai angin, yang paling ditakutkan Salma, kayu lapuk di langit rumahnya dapat ambruk seketika.

Salma menuturkan, lima tahun silam, suami tercinta telah pergi jauh menghadap sang ilahi.

Sehingga kini ia harus banting tulang menghidupi dua orang anaknya.

Salma mengungkapkan selama ini, kelurganya belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun baik dari layanan kesehatan maupun bantuan rumah.

"Selama ini bantuan belum ada, baik itu kesehatan maupun bantuan rumah tidak ada," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved