Bupati Landak Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka lomba seni kreasi dan barenyah babaro (solo vocal) pada Festival Sanggar Budaya 2019
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Madrosid
Bupati Landak Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka lomba seni kreasi dan barenyah babaro (solo vocal) pada Festival Sanggar Budaya 2019 di Pahauman, Kecamatan Sengah Temila pada Jumat (23/8/2019) malam.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun 2019.
Kegiatan seni budaya yang mengangkat tradisi seperti tarian dan barenyah (bernyanyi), merupakan wujud kepedulian terhadap pelestarian budaya yang layak mendapatkan apresiasi.
Terutama kegiatannya dilaksanakan bersamaan dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan, yang memiliki berbagai macam suku bangsa dan agama dengan selalu manjaga persatuan dan kesatuan.
Karolin menjelaskan, Negara Republik Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku bangsa dengan memiliki berbagai macam seni dan kebudayaan perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Baca: Istri Diduga Ada Hubungan dengan Penjual Sayur, Suami Lapor ke Polisi
Baca: Bupati Landak Dukung STKIP Pamane Talino MoU Bersama Universitas Santo Tomas Manila
Baca: VIDEO: Jajaran Pejabat Tinggi Pemerintah Daerah se-Kalbar Menikmati Durian di Acara Festival Durian
Salah satunya mempertahankan seni dan kebudayaan Suku Dayak. "Kita sudah merdeka 74 tahun, dan Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama," ujar Karolin.
Oleh karena itu, kita masyarakat Kabupaten Landak terutama masyarakat Dayak juga bagian dari keberagaman Indonesia. "Saya menyambut baik perlombaan di bidang kesenian ini, yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme diantara kita dan harus dikembangkan dan dilestarikan," ucapnya.
Selain itu Bupati juga mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan kebudayaan nenek moyang. Sehingga tidak lupa akan asal usulnya dan dapat menjauhkan generasi muda dari pergaulan yang negatif.
Seperti narkoba, alkohol, dan perjudian, serta mampu berpikir kreatif dan inovatif untuk menjadikan aset wisata yang memiliki nilai ekonomis.
"Saya mengajak generasi muda untuk selalu melestarikan kebudayaan yang ada, baik Dayak, Melayu, Bugis Jawa, dan sebagainya untuk dengan mencintai dan melestarikan warisan kebudayaan nenek moyang," harapnya.
Salah satunya tentu dengan kegiatan ini, yang dapat menjauhkan generasi muda dari pergaulan negatif dan meciptakan pola pikir kreatif dan inovatif untuk menjadikan aset wisata yang memiliki nilai ekonomis.
"Untuk para sanggar, saya harap tarian boleh dikreasikan, tetapi unsur tradisionalnya tidak boleh hilang. Sehingga generasi muda tetap memahami apa makna dari tarian yang ditampilkan, dan apa makna dari lagu yang dinyanyikan," pungkasnya.