Bawaslu Kubu Raya Nilai Pemekaran Sungai Raya Solusi Hadapi Pemilu 2024

ia menilai pemekaran sebelum pelaksanaan pemilu berikutnya akan menjadi solusi pihaknya dalam pengawasan

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Komisioner Bawaslu Kubu Raya, Gustiar. 

Bawaslu Kubu Raya Nilai Pemekaran Sungai Raya Solusi Hadapi Pemilu 2024

KUBU RAYA- Komisioner Bawaslu Kubu Raya, Gustiar menilai dengan pemekaran kecamatan khususnya untuk Kecamatan Sungai Raya akan menjadi solusi dari problem pelaksanaan pemilu pada 2019 lalu.

"Kita berharap memang Kecamatan Sungai Raya sebelum memasuki pemilu kedepan ditahun 2024 harus mekar, karena memang dari segi pengawasan kami agak cukup kewalahan dengan geografis dan jumlah penduduk dan desa yang banyak," kata Gustiar, Minggu (25/8/2019).

Diterangkan Gustiar, saat ini Sungai Raya ada 20 Desa dengan 2 Dapil. Sementara untuk dari segi pengawasan personil Bawaslu tiga yakni Panwascam ditambah sekreteriat lima orang. 

Baca: Luasnya Wilayah Sungai Raya Dikeluhkan KPU Kubu Raya

Baca: Lepas Kontingen U-22 Gabsis Sambas, Ini Pesan Bupati Atbah

Jumlah tersebutlah, lanjut dia, yang akan mengawasi proses tahapan pelaksanaan dan jadwal pemilihan untuk 20 Desa, sementara jarak geografis cukup jauh.

"Efektifitas penyelenggaraan akan berbeda jika memang Sungai Raya dipecah dan daerah pemilihnnya secara otomatis akan terpisah," tuturnya

Ia mencontohkan dapil 1 Kecamatan Sungai Raya, tetap jadi satu dapil dengan satu sekretariat Panwascam dan satu Sekreteriat PPK, dan begitu juga daerah lainnya.

"Artinya penambahan personil untuk pengawasan akan maksimal jika dipecah, dan sudah selayaknya memang dimekarkan," imbuh Gustiar.

Baca: Lepas Kontingen U-22 Gabsis Sambas, Ini Pesan Bupati Atbah

Bawaslu, diterangkan Gustiar untuk di Kecamatan Sungai Raya mesti ekstra tenaga, ekstra pikiran dan ekstra pengawasan mengingat wilayah sangat luas ditambah dengan terpusat disatu titik yakni Kecamatan Sungai Raya dengan melayani 20 Desa, 7 Desa terdekat, 13 Desa yang agak jauh.

"Dari Gunung Tamang, Pulau Limbung, Pulau Jambu luar biasa jauhnya, dari segi jarak geografis cukup jauh sehingga kami dari segi pengawasan proses pelaksanaan itu cukup menguras tenaga, semua apa yang dilakukan dari proses pelaksanaan sampai ke daerah ujung tetap harus dikawal dengan ekstra, sementara jarak tempuhnya luar biasa," papar Gustiar.

Maka dari itu, ia menilai pemekaran sebelum pelaksanaan pemilu berikutnya akan menjadi solusi pihaknya dalam pengawasan.

"Kita harap solusinya memang pemekaran, kalau ini sudah dimekarkan, artinya proses pelaksanaan dapil, pembagian kursi, proses pelaksanaan tahapan dan kerja pengawasan akan lebih mudah dan sama volume kerjanya dengan kecamatan yang lain," pungkas Gustiar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved