HUT RI ke-74, Bupati Jarot Pimpin Upacara Pemberian Remisi 257 Warga Binaan Lapas Kelas II B Sintang

Menurut Jarot dalam sambutan Menkumham bahwa kondisi Lapas atau Rutan menjadi perhatian Pemerintah.

HUT RI ke-74, Bupati Jarot Pimpin Upacara Pemberian Remisi 257 Warga Binaan Lapas Kelas II B Sintang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno, memimpin jalannya upacara pemberian remisi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang, yang dilaksanakan di halaman Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang, jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada hari Sabtu pagi, (17/8/2019) pagi 

HUT RI ke-74, Bupati Jarot Pimpin Upacara Pemberian Remisi 257 Warga Binaan Lapas Kelas II B Sintang 

SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno, memimpin jalannya upacara pemberian remisi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang, yang dilaksanakan di halaman Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang, jalan dr. Wahidin Sudirohusodo, Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, pada hari Sabtu pagi, (17/8/2019) pagi. 

Turut hadir dalam upacara  pemberian remisi tersebut, Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, Kapolres Sintang, dan jajaran forkopimda serta para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Sintang.

Dalam sambutan sambutan menteri hukum dan hak asasi manusia yang dibacakan oleh bupati sintang, jarot winarno mengatakan bahwa dengan adanya pemberian remisi atau pengurangan masa pidana ini para warga binaan dapat patuh dan taat hukum. 

“Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum/norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada tuhan maha pencipta maupun kepada sesama manusia”, kata Jarot. 

Baca: Pimpin Upacara HUT Proklamasi ke-74 di Kabupaten Sintang, Ini Yang Disampaikan Bupati Jarot

Baca: Jadi Inspektur Upacara Renungan Suci di TMP Syuhada Pertiwi, Ini Pesan Kapolres Sintang

Menurut Jarot dalam sambutan Menkumham bahwa kondisi Lapas atau Rutan menjadi perhatian Pemerintah. 

“karena kondisi lapas yang kelebihan penghuni diatas 100% menjadi sumber permasalahan, apalagi ditambah dengan dugaan pengendalian dan peredaran narkoba, penyalagunaan ponsel, dan pungutan liar yang terjadi dilapas, semua ini berakar pada masalah kelebihan penghuni, sehingga Pemerintah sedang melakukan upaya pembenahan melalui program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan”, ucapnya. 

Jarot berpesan kepada warga binaan pemasyarakatan yang mendapatkan remisi untuk menjadi insan yang taat hukum kedepannya. 

“kepada seluruh warga binaan pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada tuhan yang maha kuasa. jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan”, pesannya. 

Baca: 2600 Pelajar Semarakan Karnaval HUT RI ke-74 di Kabupaten Sintang

Baca: Bupati Sintang Dukung Penuh Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa di Bukit Kelam

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sintang, Toro Wiryanto melaporkan yang mendapatkan remisi pada upacara pemberian remisi kepada para warga binaan Lapas II B Sintang. 

“dihari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, Lapas kelas II B Sintang telah mengusulkan 269 orang untuk mendapatkan remisi umum, tetapi yang sudah disetujui 257 orang, dengan rincian, Normal remisi sebanyak 175 orang, Remisi Umum 2 sebanyak 10 orang, Remisi Umum 1 Peraturan Presiden 28 sebanyak 1 Orang, Remisi Umum PP 28 tidak ada, Remisi Umum 1 PP 99 sebanyak 64 Orang, Remisi Umum 2 PP 99 sebanyak 7 Orang, keseluruhannya ada 257 orang. 

Masih kata Toro Wiryanto dalam laporannya menjelaskan ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang. 

Baca: Meriahkan HUT RI ke-74, Pemkab Sintang Gelar Gerak Jalan 17 Kilometer

Baca: Asisten Setda Sintang, Hendri Harahap Buka Kegiatan Senam Sehat Bersama BPJS Kesehatan

“yaitu adanya pembinaan kepribadian, peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran berbangsa dan bernegara, intelektual, sikap perilaku, kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan kesadaran hukum, kemudian pembinaan kemandirian meliputi pembinaan keterampilan kerja dan latihan kerja”, ucapnya. 

Seusai upacara pemberian remisi, Bupati Sintang didampingi Wakil Bupati Sintang dan jajaran forkopimda melihat-lihat hasil kerajinan keterampilan dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II  B Sintang.

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved