Puluhan Warga Ikuti Ritual Sembahyang Rebut di Vihara Vihara Paticca Samupada Borneo

Menutup puncak ritual Sembahyang Kubur, warga masyarakat keturunan Tionghoa melaksanakan ritual Tjit Guek Pua atau ritual sembahyang

Puluhan Warga Ikuti Ritual Sembahyang Rebut di Vihara Vihara Paticca Samupada Borneo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Suasana saat warga saling berebut makanan di ritual sembahyang rebut, Kamis (15/8/2019 T 

Puluhan Warga Ikuti Ritual Sembahyang Rebut di Vihara Vihara Paticca Samupada Borneo

PONTIANAK - Menutup puncak ritual Sembahyang Kubur, warga masyarakat keturunan Tionghoa melaksanakan ritual Tjit Guek Pua atau ritual sembahyang rebut yang mana salah satunya di gelar di Vihara Paticca Samupada Borneo yang terletak di jalan WR Supratman, Kota Pontianak Kamis (15/8/2019), pukul 12.00 WIB.

Pada ritual sembahyang rebut ini berbagai jenis makanan yang merupakan sumbangan dari masyarakat telah disiapkan sejak pagi.

Berbagai bahan pokok, buah - buahan, sayur - sayuran, makanan ringan dan bahkan daging tersedia pada ritual ini.

Makanan - makanan tersebut diletakkan didalam wadah dan kemudian di susun rapi dilantai dengan di beri hiasan bendera kecil berbentuk segitiga berbagai warna dengan gambar naga ditengahnya.

Baca: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Wilayah Sumatera Utara, Dapat Meluas ke Binjai dan Palas

Baca: Pemuda Binaan Gegertani Kelola 5 Hektare Lahan Tidur Jadi Produktif

Baca: LIVE Indosiar Streaming Tira Persikabo Vs Bali United Shoppe Liga 1 18.30 WIB, Duel Menuju Puncak

Pada pukul 12.00 WIB Siang, seluruh makanan akan di rebutlan oleh warga masyarakat yang mengikuti ritual kegiatan ini, namun sebelum di rebutlan makanan ini didoakan terlebih dahulu.

Dan ketika waktu tepat menunjukan pukul 12.00 seluruh warga yang terdiri dari berbagai kalangan tua muda, anak - anak, laki - laki perempuan, yang telah menanti langsung menyerbu makanan yang tersedia.

Puluhan warga terlihat antusias mengambil mengambil makanan, prinsip siap cepat dia dapat terlihat jelas pada ritual ini, ada pula yang membawa plastik, dan bahkan ada pula yang membawa karung untuk memasukkan makanan yang didapatnya, semakin banyak makanan yang didapat, dipercaya maka akan semakin berkah yang didapat.

Kendati puluhan warga masyarakat ini saling berebut makanan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan aman, karena saat berebut makanan pun seluruh warga tampak sumringah.

Yusef Umi ketua pemadam Kebakaran Kapuas Bhakti sekaligus satu di antara pengurus klenteng menjelaskan bahwa ritual ini merupakan ritual wajib yang telah di lakukan sejak dahulu kala sejak nenek moyang sebagai penutup ritual sembahyang kubur, yang mana ritual Sembahyang Rebut ini dilaksanakan pada tanggal 15 bulan 7 penanggalan Imlek dengan harapan dapat menolak bala dan memberikan rezeki yang lancar bagi masyarakat kota.

"Ini namanya Tjit Guek Pua, Sembahyang ini di lakukan setiap bulan 7 tanggal 15 kalender Tionghoa, dan ini setiap tahun kita lakukan, dan ini dari nenek monyang dulu selalu di lakukan pada tanggal 15 bulan 7, supaya aman, supaya lancar rezeki,"katanya.

Kemudian, Ani, istri dari Yusef menambahkan bahwa dalam ritual sembahyang rebut ini juga bermakna untuk saling berbagi dengan sesama.

Sementara itu, Aseng (55) warga kecamatan Pontianak Utara yang datang mengikuti ritual ini bersama keluarga mengatakan bahwa ia mengikuti ritual sembahyang rebut ini dengan harapan mendapat rezeki yang berlimpah dan menambah kebahagiaan bagi keluarga.

"Ini saya dapat mie. Ikut Ini biar tambah rezeki, lalu buat anak - anak bahagia,"katanya.

Ia mengaku bahwa dirinya setiap tahun selalu mengikuti ritual sembahyang rebut ini disini, dan hasil makanan yang didapatnya akan ia makan bersama keluarga dengan harapan akan menambah kebahagiaan dan rezeki bagi keluarganya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved