BUMN HADIR UNTUK NEGERI 2019

Fransiska Dwi, Guru Kaya Prestasi yang Dapat Penghargaan dari DPR RI Jadi Guru Pendamping SMN

Guru bahasa inggris di SMA N 4 Pontianak ini menambahkan seleksi-seleksi untuk bisa mendampingi murid cukup ketat.

Fransiska Dwi, Guru Kaya Prestasi yang Dapat Penghargaan dari DPR RI Jadi Guru Pendamping SMN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MIA MONICA
Fransiska Dwi Guru Kaya Prestasi yang Dapat Penghargaan dari DPR RI Jadi Guru Pendamping SMN. 

Jadi Guru Pendamping SMN, Ini Ungkapan,  Fransiska Dwi 

PONTIANAK -  Satu di antara guru terpilih yang mendampingi siswa-siswi Sekolah Mengenal Nusantara (SMN) dari Kalbar, Fransiska Dwi mengatakan, untuk bisa menjadi pendamping murid, dirinya juga melalui beberapa tahapan seleksi.

“Untuk guru pendamping, kami itu mendapatkan kriteria seleksi yaitu harus guru berprestasi nasional. Kebetulan saya guru berprestasi nasional juara 4 tahun 2018, kemudian saya juga pernah mendapatkan penghargaan dari DPR RI sebagai guru teladan,” ujar Fransiska Dwi, Kamis (15/8/2019).

Guru bahasa inggris di SMAN 4 Pontianak ini menambahkan seleksi-seleksi untuk bisa mendampingi murid cukup ketat.

“Ada seleksi tingkat kota, kebutulan saya  juara 1, lanjut lagi tingkat provinsi tanding lagi dengan berbagai latar belajang guru, dengan jejang pendidikan yang berbeda tidak hanya bahasa inggris, kemudian lolos lagi berangkat ke jakarta untuk menjadi guru pendamping dari kalbar. Seleksinya ketat sekali,” ungkap Fransiska Dwi.

Baca: Tinjau SDN 12 Tekam, Bupati Erlina Akan Benahi Bangunan Tak Fungsional Secara Bertahap

Baca: VIDEO: Dikukuhkan, Edi Kamtono Beri Ucapan Selamat Kepada Paskibraka

Selain menajdi guru teladan dan guru berprestasi tingkat nasional, Fransiska juga seorang penulis.

“Saya juga pernah mendapatkan penghargaan di Jakarta, launching buku, saya sudah menulis 12 buku kemudian jurnal nasional juga sudah punya beberapa,” katanya.

Dan untuk untuk seleksi siswa, Fansiska mengatakan siswa yang terpilih adalah siswa berprestasi baik akademik mapun non akademik. 

“Kemudian diperioritaskan bagi siswa yang berada di lingkungan 3T. Untuk yang tingkat kabupaten kota di periotitaskan yang memiliki kempuan ekonomi yang kurang namun memiliki prestasi yang menonjol.” jelasnya.

Fransiksa Dwi pun berharap segala kegiatan bisa berjalan dengan lancar  tujuan-tujuan dari kegiatan ini bisa tercapai dengan baik. (*)

Penulis: Mia Monica
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved