Tersangka Peragakan 9 Adegan, Ini Cerita Mistis Tetangga Korban Pembunuhan Wanita di Kos Singkawang
Dua pekan lebih lamanya ia mengalami hal aneh. Mulai dari suara perempuan menangis dan meminta tolong.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Tersangka Peragakan 9 Adegan, Ini Cerita Mistis Tetangga Korban Pembunuhan Wanita di Kos Singkawang
SINGKAWANG - Polres Singkawang menggelar rekonstruksi pembunuhan yang menewaskan LT (26) di sebuah kost Jalan Tani Gang Cisadane, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Minggu (7/7/2019) lalu.
Sedikitnya 9 adegan diperagakan, Rudianto alias Acung, tersangka pembunuhan terhadap di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hadir dalam rekontsruksi Pelaksana Tugas Kasat Reskrim Polres Singkawang, IPTU Suprihatin, Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Yusuf, SH, Penasehat Hukum, Jamaan Elvi Eluwis.
Baca: FOTO: Sungai Kapuas Terintrusi Air Laut
Baca: Harga Kelapa Anjlok, Petani Minta Pemerintah Segera Carikan Solusi Agar Stabil
Baca: Masih Ingat Kasus Audrey, Ini Perkembangan Terbarunya dan sudah Masuk Persidangan Tahap Tuntutan
Adegan rekonstruksi menjadi tontonan warga sekitar. Tak terkecuali penghuni kos lainnya yang bertetangga dengan korban. Satu di antaranya Dwi Supriansyah (37).
Suasana mistis kerap di alami pria yang mengikat rambut panjangnya. Satu hari setelah kejadian, tepatnya hari Senin, perasaan tak enak mengganggunya.
Bau menyengat seperti telur busuk tercium selama beberapa hari hingga pintu kamar kos sebelah tempatnya didobrak. "Barulah tahu kalau itu mayat," katanya, Rabu (14/8/2019).
Dua pekan lebih lamanya ia mengalami hal aneh. Mulai dari suara wanita menangis dan meminta tolong. Suatu ketika ia tidur dan melakukan zikir karena perasaan tak nyaman yang menganggu.
Selesai melakukan zikir, ada yang memanggil membangunkan dirinya. Dua kali suara tersebut memanggil dirinya. "Dwi, Dwi bangun," cerita Dwi Supriansyah menirukan.
Baca: VIRAL Video Seorang Ustadz di Seluas Kalbar Meninggal Saat Sujud! Beliau Sempat Menyapa Anak Kecil
Baca: Bupati Atbah dan Forkompinda Turun Langsung Padamkan Api di Teluk Keramat
Suasana yang membuat bulu kuduknya berdiri juga terjadi saat dia melakukan azan ashar. Begitu mengucapkan azan terdengar suara perempuan menangis di sampingnya, namun tak terlihat wujudnya.
Dwi pun memberanikan diri ke kamar dimana pembunuhan terjadi. Badannya langsung lemas tak mampu menahan.

Suara perempuan menangis tak hanya didengar Dwi, tetangga lainnya juga mendengar hal yang sama.
Bahkan ada tetangga wanita yang minta kembali ke Jakarta pada suaminya karena tak tahan dengan situasi tersebut.
Rasa takut bukan tak dirasakan Dwi. Namun selama barang itu tidak berwujud tak menjadi masalah bagi dia yang telah lama kos di situ.
"Selama barang itu gak wujud, gak masalah. Kan belum ada sejarah orang mati dicekek hantu, ngacau aja," ucap Dwi Supriansyah.