Sempat Viral! Sayembara Buaya Senilai Rp 10 Juta Batal, Penggagas Desak Instansi Terkait
Sayembara menangkap buaya dengan hadiah Rp 10 juta di sungai Singkawang resmi dicabut oleh penggagasnya Susi Wu.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Madrosid
Sempat Viral! Sayembara Buaya Senilai Rp 10 Juta Batal, Penggagas Desak Instansi Terkait
SINGKAWANG - Sayembara menangkap buaya dengan hadiah Rp 10 juta di sungai Singkawang resmi dicabut oleh penggagasnya Susi Wu.
Pencabutan sayembara dilakukan Susi Wu dalam audiensi bersama sejumlah perwira polisi di Kantor Polres Singkawang, Jalan Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.
"Sayembara tangkap buaya terpaksa dicabut, karena permintaan dari Polres, katanya hanya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang boleh menangkap, di luar itu tidak boleh," katanya, Senin (12/8/2019).
Susi menyesalkan larangan ini hingga harus melakukan pencabutan sayembara. Ia mempertanyakan aturan mana yang melarang penangkapan buaya.
Baca: Daun Kratom - Pemerintah Pusat Rencanakan Kunjungan ke Kapuas Hulu, Ini Agendanya
Baca: VIRAL Potongan Daging Ayam Bergerak dan Lompat dari Meja, Cek Juga Kejadian Serupa Lainnya
Baca: Daun Kratom - Bupati AM Nasir Ungkap Ketentuan Ekspor Kratom, Pimpin Rakor Forkompinda Kapuas Hulu
Padahal keberadaan buaya tersebut sudah bertahun-tahun lamanya. Namun tak ada tindakan nyata dari instansi terkait untuk menangkap buaya.
Justru sebagai masyarakat Ia mengkritisi peristiwa munculnya buaya dan memberikan solusi dengan mengadakan sayembara.
"Kenapa saya bikin sayembara baru pada ribut," sesalnya.
Susi yang juga sebagai dewan terpilih Dapil Singkawang Selatan ini mendesak tindakan nyata yang dilakukan instansi terkait terhadap keberadaan buaya tersebut.
Jangan sampai lambatnya tindakan yang dilakukan menyebabkan adanya korban jiwa akibat keberadaan buaya di sungai Singkawang.
Bila tidak ada gerakkan nyata yang dilakukan dalam waktu tertentu, dirinya akan melakukan gerakkan kembali untuk menyelesaikan persoalan kemunculan buaya di sungai Singkawang.
"Jangan sampai lama-lama," tegas Susi Wu.