Puteri Remaja Kalbar 2019 Dita Octari Mauludea Perankan Satu Tokoh di Film 'Bede'
Pemain yang diambil memalui casting juga beragam dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
Puteri Remaja Kalbar 2019 Dita Octari Mauludea Perankan Satu Tokoh di Film 'Bede'
PONTIANAK - Dita Octari Mauludea (18) gadis berbakat yang mempunyai banyak hobi dan juga prestasi saat ini sedang menjabat sebagai Putri Remaja Kalbar 2019.
Dita Octari Mauludea adalah perwakilan dari Ketapang dan mewakili Kalbar di ajang Puteri Remaja Indonesia 2019.
Puteri Remaja Kalimantan Barat 2019 ini juga akan ikut memerankan satu Tokoh di Bede Film.
Film Bede ini digarap oleh produser asal Kota Pontianak yang disapa 'bg in'.
Pada film 'Bede' ia akan menampilkan sisi drama serta komedi untuk menyatukan segala perbedaan.
Baca: Bunda GenRe Melawi Ajak Tim PKK Kecamatan dan Desa Mensosialisasikan Terkait GenRe
Baca: Gubernur Kalbar Sutarmidji Ultimatum 10 Perusahaan! 4 Sanggau, 3 Ketapang, 2 Kapuas Hulu dan Sintang
Dalam mengembangkan serta memproduksi film karya anak bangsa dengan melibatkan anak-anak muda lokal yang ikut bergema menyuarakan di dunia industri perfilman satu di antaranya yang sudah lolos casting adalah Dita Octari Mauludea.
Dalam karakter film Bede akan memadukan berbagai etnis suku yang ada di Kalimantan Barat.
Dengan tokoh utamanya yaitu suku Melayu, Nasrani dan Tionghoa.
Tidak lupa pula, dalam filmnya seperti suku Dayak juga akan ditampilkan dengan memperkenalkan unsur-unsur budaya Dayak khas Kalbar tersebut.
Keberagaman inilah yang menjadi poin utama, mengingat inginnya persatuan bagi seluruh ras, suku dan agama yang ada di belahan bumi Pertiwi ini.
Baca: Lismaryani: Wanita Miliki Peran Dalam Pelestarian Lingkungan
Baca: Sejumlah Warga Ketapang Kota Masih Dambakan Air Bersih dari PDAM
Sebagai Puteri Remaja Kalbar dan juga putri daerah merasa bangga sekali karena karya anak Kalbar sudah melebar kan sayapnya ke dunia industri perfilman yang melibatkan langsung talent-talent di daerah.
Pemain yang diambil memalui casting juga beragam dari usia anak-anak, remaja, hingga dewasa.
"Menurut Dita ini salah satu prestasi anak Kalbar dan saya terpilih untuk ikut berpartisipasi dalam film ini melalui vote like dari instagram bersama 20 orang lainnya," ujarnya pada Tribun Pontianak, Kamis (7/8/2019).
Dita mengaku memang hobby dunia akting sebelumnya ia juga sempat bermain teater dan mendapat peran utama untuk teater tunggal di daerah Ketapang.
Kemudian ia meliat ada karya anak kalbar yang akan ditampilkan dengan judul Bede Film. Ia pun tertarik sekali untuk mengikuti casting nya.
"Allhamdulillah saya terpilih bersama teman teman lainnya dan yang saya persiapkan sekarang kesehatan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik. Karna di Bede film terdapat anak anak remaja orang dewasa yang berprestasi yang juga ikut terlibat di film ini ," ujarnya.
Namun sampai saat ini terkait karakter apa yang akan ia perankan belum lah diberitahukan.
Ia berharap setelah menjadi bagian dari tokoh dalam Film Bede bersama teman teman yang lain bisa memberikan yang terbaik untuk penikmat seni perfilman dan merasa puas akan karya anak Kalbar.
"Selalu merasa bangga menjadi anak Kalbar yang ikut memajukan dan mengembangkan dunia perfilm untuk provinsi tercinta Kalimantan Barat," ujarnya.
Ia berpesan untuk seluruh remaja di Kalbar untuk terus lah berprestasi salah satu nya dengan adanya film ini dengan menonton film bede berarti sudah menunjukan kalau masyarakat Kalbar bangga dengan karya anak Kalbar.
"Hal kecil saja sudah bisa bermanfaat untuk Kalbar. Biar karya karya anak Kalbar tetap selalu melebarkan sayapnya," pungkas Dita Octari Mauludea.
Remaja Harus Terbuka
Dita Octari Mauludea berpendapat, untuk memanfaatkan kemajuan diera milenial ini kita harus bisa memindai positif dan negatif serta dampak dari media.
"Maka remaja harus terbuka dan cerdas dalam memilih (media). Baik dalam mendengarkan masukan dan memberikan tanggapan," katanya.
Namun keterbukaan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan agar tau positif atau negatif tidak hanya dari akses media saja, bisa juga dengan mendengarkan arguman pendapat dari remaja lainnya.
"Jika sudah tahu hal yang didapatkan positif lantas akan terfikir dan terlintas jika saya melakukan ini maka saya akan mendapat kan hal yang seperti ini (bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak)," jelasnya.
Ia melanjutkan "sebaliknya, sudah mendengarkan pendapat dari remaja lain bahwasanya semisal ini yang negatif masih ingin ditiru? Dicontoh? Maka akan terlintas di fikiran akibat apa nantinya yang saya dapatkan jika menerima informasi negatif dan mencontohnya," kata Dita.
Itu cara yang selama ini ia terapkan dalam memberikan pandangan untuk remaja Kalbar, karna dengan menjadi Duta Remaja Kalbar, ia ingin memberitahu yang postif dan negatif serta akibatnya kepada semua remaja Kalbar.
"Agar tidak salah pilih selagi masih remaja ukir prestasi dan berikan manfaat bagi semua orang, memberikan magnet agar remaja ikut ke hal positif dalam membangun karakter penerus remaja Kalbar," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dita-octari-mauludea.jpg)