Banyak Ikan Mati Selama Musim Kemarau, Pembudidaya Keramba di Mempawah Berpotensi Rugi Besar

Sungai Mempawah seperti tidak karuan, kadang air tawar dari hulu turun ke laut, dan terkadang juga air asin dari laut masuk ke sungai

Banyak Ikan Mati Selama Musim Kemarau, Pembudidaya Keramba di Mempawah Berpotensi Rugi Besar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Wawan (45) satu diantara pembudidaya ikan keramba di Sungai Mempawah yang merugi akibat musim kemarau karena ikan banyak mati. 

Selama Musim Kemarau di Mempawah, Ikan Banyak Mati, Pembudidaya Keramba Berpotensi Rugi Besar

MEMPAWAH - Sungai Mempawah memiliki potensi yang besar bagi para pembudidaya keramba ikan air tawar.

Namun selama musim kemarau ini, kondisi air Sungai Mempawah seperti tidak karuan, kadang air tawar dari hulu turun ke laut, dan terkadang juga air asin dari laut masuk ke sungai.

Ketika air asin dari laut masuk ke sungai dalam waktu lama, akan berdampak pada ikan yang dipelihara para pembudidaya kerambadi Sungai Mempawah.

Dimana banyak ikan keramba yang mati akibat kondisi air yang tidak menguntungkan pembudidaya keramba.

Satu diantara pembudidaya ikan keramba di Sungai Mempawah, Wawan (46) mengatakan, selama musim kemarau ini banyak ikan peliharaannya yang mati akibat kondisi air yang tidak menentu.

Baca: Api Karhutla Mengancam, Aktivitas Belajar Mengajar di Dusun Telayar Mempawah Terpaksa Diliburkan

Baca: Waspada Bencana Asap, Kasat Lantas Polres Mempawah Imbau Masyarakat Hati-hati Berkendara

"Kalau musim kemarau ini angin berhembus kencang ke daratan, dampaknya air asin masuk ke sungai, besoknya air tawar turun kelaut, begitu terus setiap hari, dan ikan-ikan tidak bisa bertahan lama kalau kondisi air berubah-ubah," ujarnya.

Ikan-ikan milik Wawan banyak yang mati karena tidak mampu bertahan dengan kondisi air yang tidak menentu tersebut. Dalam sehari kata dia, bisa puluhan kilogram ikan mati, terutama ikan nila dan ikan lele jumbo.

"Padahal ikan lele jumbo itu termasuk kuat, terkenal mampu bertahan dalam kondisi ekstrim, tapi selama musim kemarau beberapa pekan ini, ikan sudah banyak yang mati," katanya.

Baca: Kebakaran Lahan di Dusun Telayar Mempawah Semakin Dekati Pemukiman, BPBD dan Masyarakat Siaga 24 Jam

Baca: Satu Hektar Lahan di Mempawah Hulu Terbakar, TNI dan Polri Turun Padamkan Api

Wawan menjelaskan, memang sudah menjadi resiko bagi pembudidaya keramba jika merugi akibat ikan yang banyak mati, namun akhir-akhir ini jumlah ikan yang mati lebih banyak dari biasanya.

"Bisa dikatakan jumlahnya itu meningkat 100 persen, kalau dalam satu kotak sehari mati 5 ekor, akhir-akhir ini sampai 10 ekor, bahkan lele yang kuat juga bahyak mati," ujarnya.

Para pembudidaya keramba berpotensi mengalami kerugian besar akibat dampak dari musim kemarau yang selama ini melanda Kabupaten Mempawah.

Wawan berharap, musim kemarau bisa segera berakhir, agar jumlah ikan yang mati tidak semakin banyak. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved