Polisi Aman Warga Diduga Pelaku Pembakaran Lahan di Wonodadi 2 Kubu Raya

Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, pelaku akan di tahan di kantor polisi selama 20 hari kedepan.

Polisi Aman Warga Diduga Pelaku Pembakaran Lahan di Wonodadi 2 Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
Kepala Sub Unit (Kasubnit) Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Ipda Irwayan Nurjanah saat di temui di ruang kerjanya, di Polresta Pontianak Kota, Senin (05/08/2019) 

Polisi Aman Warga Diduga Pelaku Pembakaran Lahan di Wonodadi 2 Kubu Raya

PONTIANAK - Kepala Sub Unit (Kasubnit) Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ipda Irwayan Nurjanah menyatakan saat ini pihak Polresta Pontianak Kota telah mengamankan tersangka berinisial AB (47) atas kasus pembakaran lahan di sekitar Jalan Wonodadi 2, Kubu Raya.

"Terkait TKP Wonodadi 2 yang tadi malam, tersangkanya sudah kita amankan. Untuk proses selanjutnya, kita akan lakukan proses sidik lanjut ya, untuk tersangkanya kita tahan," ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan akan ada proses lebih lanjut yang akan di lakukan pihak kepolisian terhadap pelaku pembakar lahan tersebut.

"Kita lakukan proses sidik lanjut ya, untuk tersangkanya kita tahan. Karena ini akan segera kita limpahkan, dengan terlebih dahulu pemeriksaan-pemeriksaan saksi ahli," ujarnya. 

Baca: Kapolres Mempawah Dilematis Peneggakkan Hukum Pembakaran Lahan

Baca: FOTO: Tangkap Tersangka Pembakaran Lahan, Polresta Pontianak Tunjukkan Barang Bukti Korek Api

Dikarenakan kasus ini adalah delik khusus, sehingga pihak kepolisian harus memeriksa saksi ahli dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pelaku didakwa dengan pasal 108 tentang lingkungan hidup.

Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf H.

Baca: Ketua DPRD Singkawang Minta Aparat Tindak Pelaku Pembakaran Lahan

Baca: Sutarmidji Teken Perwa Nomor 55 / 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, pelaku akan di tahan di kantor polisi selama 20 hari ke depan.

Jika nantinya masih dibutuhkan penyidikan lebih lanjut, maka masa penahanan pelaku akan ditambah. (Septi Dwisabrina)

Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved