Kapolres Mempawah Dilematis Peneggakkan Hukum Pembakaran Lahan

pihaknya tidak bisa menangkap orang yang diduga membakar tanpa adanya alat bukti yang kuat

Kapolres Mempawah Dilematis Peneggakkan Hukum Pembakaran Lahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, saat diwawancara awak media. 

Kapolres Mempawah Dilematis Tegakkan Hukum Pembakaran Lahan

MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahan saat ini sedang menjadi atensi serius semua pihak, mulai dari pemerintahan sampai penegak hukum.

Hal itu disebabkan karena dampaknya yang begitu mengkawatirkan, terlebih lagi dampak kabut asap dan dampak jangka panjang bagi yang menghirupnya.

Sanksi tegas dan hukuman yang berat sudah ditetapkan dan sering di sosialisasikan oleh penegak hukum terutama kepolisian terhadap mereka yang dengan sengaja membakar lahan.

Namun sedikit dilematis bagi penegak hukum seperti kepolisian di mana mereka mengaku kesulitan dalam menangkap para pelaku pembakar lahan.

Baca: VIDEO: Penjelasan Kapolres Mempawah Terkait Perkembangan Kasus Pembunuhan Wanita di Anjongan

Baca: Kapolres Mempawah Komitmen Tingkatkan Kondusifitas Kamtibmas Guna Mendukung Progam Pembangunan

Seperti yang dikatakan Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso kepada wartawan pada Rabu (24/7/2019) kemarin, yang bertepatan dengan apel gelar pasukan operasi bina karuna kapuas 2019

"Dalam penegakkan hukum, kendalanya yang paling sering kita temui adalah pemenuhan alat bukti berupa saksi yang melihat bahwasannya seseorang itu sengaja membakar," ujarnya.

Kemudian tambah dia, barang bukti seperti alat yang digunakan untuk membakar juga sulit ditemukan.

Baca: VIDEO: Jelang Musim Kemarau, Kapolres Mempawah Cek Kesiapan Operasional Damkar Mini

Baca: Sambut HUT Bhayangkara ke 73, Kapolres Mempawah Pimpin Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

"Karena biasanya kalau ada kebakaran lahan, dan itu sudah meluas kita kesulitan menentukan titik awalnya api itu berasal, dan sulit mencari alat-alat yang digunakan si pembakar," katanya.

Terakhir, Kapolres menuturkan, hal itu dikarenakan pihaknya tidak bisa menangkap orang yang diduga membakar tanpa adanya alat bukti yang kuat.

"Saya mengimbau siapapun yang melihat ada orang yang sengaja membakar lahan segera laporkan ke kita untuk diberikan tindakan tegas," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved