Mbah Moen Wafat di Kamar Nomor 1423! Pesan Mulia Maimun Zubair Tentang Kematian saat Haul Gus Dur
Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair wafat di sela menunaikan ibadah di Makkah, Arab Saudi.
Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
Mbah Moen Wafat di Kamar Nomor 1423! Pesan Mulia Maimun Zubair Tentang Kematian saat Haul Gus Dur
Innalillahi wainnailaihi raiji’un, kabar duka datang dari Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.
Ulama kharismatik yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair wafat di sela menunaikan ibadah di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8/2019).
Dikutip dari NU Online, kabar tersebut datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU KH Abdul Ghafarrozin.
"Innalillahi wa inna ilahi raji'un. Nembe mawon kapundut Simbah Maimoen Zubair wonten Makkah (baru saja wafat Syekh Maimoen Zubair di Makkah)," katanya dalam sebuah pesan singkat.
Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Mbah Moen Wafat di Tanah Suci! Mahfud MD Tulis Kesan Mengharukan
Mengenang Mbah Moen
‘Manusia dinilai ketika ia sudah meninggal’. Pesan tersebut terngiang di tengah ribuan jamaah yang hadir pada acara Haul ke-9 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) silam.
Dawuh itu Mbah Maimoen sampaikan agar setiap Muslim punya motivasi berbuat kebaikan ketika hidup sehingga dikenang baik ketika ia wafat.
Awalnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini menyebut bahwa Gus Dur sangat memahami nilai-nilai kemanusiaan (insaniyah).
Ia juga sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Kemudian menggunakan asas kemanusiaan untuk menyatukan manusia.
Waktu meninggal inilah seseorang bisa dilihat nilainya.
Seperti Gus Dur yang selalu diperingati hari wafatnya menunjukkan ia orang yang sangat dicintai. Kita menyebutnya sebagai haul.
Mbah Maimoen mengingatkan kita semua bahwa kemanusiaan harus diletakkan di atas segala hal.
Karena jika kita mencintai manusia dan memanusiakan manusia, kita akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
"Saya yakin keberadaan hadirin di sini karena kecintaannya kepada Gus Dur," ucap Mbah Maimoen yang saat itu juga menekankan pentingnya meneguhkan pilar-pilar kebangsaan untuk menegakkan agama dan membangun kemanusiaan.
Wafat di Makkah