Terus Tingkatkan Pelayanan, Capil Sekadau lakukan Jemput Bola

Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) Kabupaten Sekadau terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat

Terus Tingkatkan Pelayanan, Capil Sekadau lakukan Jemput Bola
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Alat perekaman E-KTP yang berada di Kantor Disdukcapil Sintang 

Terus Tingkatkan Pelayanan, Capil Sekadau lakukan Jemput Bola

SEKADAU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) Kabupaten Sekadau terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, utamanya dalam mengurus dokumen kependudukan.

Bahkan, Disdukcapil Kabupaten Sekadau melakukan pelayanan jemput bola hingga ke desa-desa.

Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sekadau, Yulianus Hengky MM mengatakan, saat ini perekaman e-KTP mendekati 90 persen.

"Perekaman, bisa dilakukan oleh masyarakat berumur 17 tahun, 1 hari tapi bukan berarti 16 tahun tidak boleh merekam. Itu boleh. Tapi, untuk mendapatkan Suket itu belum bisa, menunggu usianya 17 tahun lewat 1 hari baru diterbitkan," ujar Hengky.

Baca: Ketua POBSI Kalbar Apresiasi Keberhasilan Sahroni Tembus Pelatnas Biliard

Baca: Dinkes Sintang Peringatkan PT Borneo Hentikan Aktivitas Selama Belum Miliki SIB

Baca: Bhakti Suci Buka Pendaftaran Ketum, Susanto Lim Jadi Pendaftar Pertama

Ia mengatakan, untuk pelayanan juga ada di setiap kecamatan, bahkan, ada kecamatan yang juga melakukan upaya jemput bola.

"Disdukcapil juga memiliki program, namanya pelayanan langsung, kami keliling, melakukan jemput bola. Ada perekaman e-KTP, KK, Akta," katanya.

Selain menentukan tempat, Disdukcapil juga menerima permintaan bila ada desa yang mengundang untuk dilakukan pelayanan langsung ke masyarakat. Hal ini sebagai wujud untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan.

"Sedangkan untuk blanko e-KTP ada, tapi, minim. Ini digunakan bila ada kondisi yang benar-benar urgent, misalnya bila ada yang sakit yang harus punya KTP," ungkapnya.

Pihaknya, terus berupaya untuk mengajukan stok blanko, namun diakuinya basanya jumlah blanko yang didapat tidak seusai dengan pengajuan yang diajukan.

"Kondisi ini tidak hanya terjadi di Sekadau, tapi seluruh provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia. Suket diterbitkan sambil menunggu blanko selanjutnya untuk dicetak," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved