Disdukcapil Kota Pontianak Luncurkan Layanan Pengambilan Antrean Online

Edi Rusdi Kamtono melakukan soft lounching pendaftaran antrian online pelayanann administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Pontianak

Disdukcapil Kota Pontianak Luncurkan Layanan Pengambilan Antrean Online
TRIBUNPONTIANAK/Hamdan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan soft launching pendaftaran antrian online 

Disdukcapil Kota Pontianak Luncurkan Layanan Pengambilan Antrean Online

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melakukan soft launching pendaftaran antrian online pelayanann administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Pontianak.

Pada rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama pemanfaatan data dan pelayanan terpadu sidang keliling dengan Kementerian Agama Kota Pontianak dan Pengadilan Agama Pontianak.

Edi Kamtono menuturkan tujuan layanan tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan antrian dalam pengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Pontianak.

"Adanya aplikasi pendaftaran antrian online ini,harap pelayanan administrasi bisa lebih mudah dan cepat. Cukup dengan smartphone, kita sudah bisa mendapatkan nomor antrian secara online di Disdukcapil Kota Pontianak," ujarnya Kamis (1/8/2019).

Baca: Polsek Sintang Amankan Tersangka Curas dan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Baca: BREAKING NEWS - Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun Agung Hercules Meninggal Dunia Kamis 1 Agustus 2019

Baca: BREAKING NEWS - Gadis Belia di Tebas 6 Tahun Korban Cabul Paman Kandung, Teror Dukun Tiap Jam 01.00

Ia menuturkan selain launching pendaftaran antrian online, pihaknya juga meneken Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sidang Isbat Keliling dengan Kementerian Agama dan Pengadilan Agama.

"Kerja sama ini dalam rangka memfasilitasi kepemilikan akta perkawinan, buku nikah dan akte kelahiran," ujarnya.

Edi berharap Disdukcapil terus melakukan inovasi untuk menciptakan pelayan publik menjadi cepat. Tidak menutup kemungkinan kerjasama dengan Dirjen Dukcapil untuk menyiapkan sebuah mesin seperti mesin ATM sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus administrasi kependudukan.

"Misalnya di kelurahan dan kecamatan sudah bisa mengurus administrasi kependudukan sendiri tanpa perlu ketemu," ujarnya

Terkait kerjasama Sidang Isbat Keliling, Edi mengatakan program tersebut untuk memfasilitasi warga yang tidak melakukan nikah secara negara, melainkan nikah siri tanpa tercatat pada Disdukcapil sehingga perlu dilakukan sidang isbat.

"Sehingga dengan demikian perkawinan mereka tercatat secara hukum dan memiliki buku nikah," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved