GAMKI Kalbar Ajak Konsolidasi Persatuan Indonesia
Kongres GAMKI merupakan forum pengambilan keputusan yang paling tinggi dalam hirearki organisasi
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
GAMKI Kalbar Ajak Konsolidasi Persatuan Indonesia
SINGKAWANG - Selaku bentuk konsolidasi dan estafet kepemimpinan organisasi, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) akan menyelenggarakan Kongres ke-XI pada tanggal 1-4 Agustus 2019 di Jakarta.
Pelaksanaan kongres tersebut mengacu pada konstitusi GAMKI sebagai landasan yuridis kerja dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan sejak berdirinya organisasi ini.
"Kongres GAMKI merupakan forum pengambilan keputusan yang paling tinggi dalam hirearki organisasi," kata Ketua DPD GAMKI Kalbar, Stepanus Wiwin, Rabu (31/7/2019).
Baca: VIDEO: Berikut Penjelasan Arifidiar Terkait Penetapan Kursi dan Caleg Terpilih Kabupaten Sambas
Pelaksanaan Kongres GAMKI kali ini bersamaan dengan momentum bangsa Indonesia akan merayakan 74 tahun kemerdekaan Indonesia dan menjadi wadah kader-kader GAMKI se-Indonesia untuk melaksanakan konsolidasi Persatuan Indonesia.
Dalam perjalanan historisnya, GAMKI turut berkontribusi bagi perjalanan masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak era pasca Proklamasi Kemerdekaan dalam menghadapi peluang dan tantangan zaman ke zaman yang sangat dinamis.
Dalam struktur kepengurusan, GAMKI saat ini aktif di 30 provinsi di Indonesia(Dewan Pimpinan Daerah) dan cabang hampir di seluruh kabupaten/kota (Dewan Pimpinan Cabang) dalam wilayah provinsi-provinsi tersebut.
Baca: Kementerian PUPR Akan Revitalisasi Rumah Adat di Kampung Ulos Samosir
Selaku bentuk panggilan iman dan tanggung jawab GAMKI dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, GAMKI memahami bahwa Negara Indonesia ada karena kesadaran tentang persatuan dan kesatuan tokoh-tokoh kemerdekaan dari Sabang sampai Merauke.
"Tanpa adanya persatuan dan kesatuan Negara kita tidak akan merdeka, akan mudah dijajah oleh bangsa asing," tuturnya.
Indonesia sebagai Negara bangsa yang telah meproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 lahir dari keberagaman suku bangsa, ras, agama dan golongan sosial yang diikat oleh suatu rasa kebangsaan atau nasionalisme.
Apabila dijabarkan, rasa kebangsaan ini sesungguhnya bersandar kepada tiga aspek yaitu kesadaran identitas bersama, kesadaran historis bersama dan gerakan sosial bersama untuk menghadapi berbagai macam ancaman.
Memahami akan panggilan iman dan tanggung jawab selaku bagian integral bangsa Indonesia, maka pelaksanaan Kongres ke-XI GAMKI dilaksanakan dalam spirit tema “Sejahterakan Kota dimana Kamu Berada dan Doakanlah”, tema tersebut diambil dari Kitab Yeremia 29:7, dengan sub tema “Meneguhkan Nasionalisme Gereja dan Ekumenisme Indonesia dengan Pancasila”.
Sorotan spirit tema dan sub tema ini tentunya mengharapkan supaya kader-kader GAMKI dapat berperan aktif dalam kehidupan Gereja dan bangsa Indonesia.
Menghubungkan iman Kristen dan rasa kebangsaan untuk persatuan Indonesia. Kader GAMKI dan pemuda Kristen pada umumnya hadir di bumi nusantara ini untuk bekerja sama selaku kawan-kawan sekerja dalam membangun bangsa Indonesia.
Kehadiran peserta Kongres GAMKI merupakan cerminan kemajemukan Indonesia, karena yang akan hadir terdiri dari berbagai suku, dari berbagai daerah, berbagai bahasa, dari berbagai denominasi Gereja Kristen yang ada di Indonesia dan dengan beraneka corak kebudayaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dpd-gamki-kalbar-stepanus-wiwin-sth_20181023_122700.jpg)