Mia Islamidewi, Care dan Aware Jadi Tantangan Gadis Remaja

Bahasa menjadi penting bagi setiap insan. Dari bahasa, manusia bisa disatukan dalam berbagai suku, ras dan agama.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Mia Islamidewi, Wakil 1 Duta Bahasa Kalimantan Barat 2019. 

Mia Islamidewi, Care dan Aware Jadi Tantangan Gadis Remaja

PONTIANAK - Bahasa menjadi penting bagi setiap insan. Dari bahasa, manusia bisa disatukan dalam berbagai suku, ras dan agama.

Seperti wanita asal Kota Pontianak berikut ini, ia menjadi perwakilan Duta 1 Bahasa Kalimantan Barat 2019.

Mia Islamidewi (20), merupakan mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas ISIP Universitas Tanjungpura.

Gadis mungil ini awalnya mencoba bagaimana mempraktikkan diri dalam pengabdiannya di kampus. Ia yang awalnya coba-coba, ternyata berhasil menggapai hal yang bermanfaat bagi setiap orang.

Mahasiswi Komunikasi Untan ini mengaku bahwa dirinya tertarik untuk menampilkan prestasi yang bisa membanggakan kedua orangtuanya.

Baca: Kasus Pidana Umum Mendominasi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Sanggau

Baca: Kurangi Sampah Plastik, Bupati Citra Ajak Warga Tak Konsumsi Air Mineral Kemasan

Baca: Halal Bihalal dan Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak, Jaga Silaturahmi Anggota

Banyak hal baru yang ia didapatkan saat mengikuti pemilihan duta Bahasa Kalbar 2019. Seperti belajar hal baru dalam ruang lingkup bahasa dan penggunaannya.

Dalam penerapan ilmu komunikasi sendiri, ia juga mengungkapkan begitu banyak pelajaran dan sudut pandang yang bisa ia tunjukkan bagi masyarakat. Ia sendri menjadi tahu, bagaimana cara komunikasi antara verbal dan non verbal, memahami psikologi orang lain karena semua adalah bahasa.

Menjadi pengalaman pertamanya di tahun 2019, ia juga juga tak luput dalam mengerjakan setiap tugas di semester akhir. Wajar saja, kini wanita mungil yang disapa Mia itu, sudah mulai sibuk-sibuknya mengurus beasiswa dan persiapan skripsi.

IPK 3,6, olehnya bukan karena bermalas-malasan. Semampunya ia berusaha menjadi sosok wanita berprestasi yang bisa membanggakan ibu dan bapak di akhir nanti.

"Mencari hal baik, tanamkan hal baik" juga menjadi prinsip baginya untuk membantu adik-adik generasi bangsa dalam membaca dan belajar. Eksistensi seorang mahasiswa ia peroleh melalui aktivitas pelayanan publik dan kemasyarakatan di setiap organisasi.

Mia kini masih aktif di beberapa organisasi kampus dan juga komunitas Aku Belajar. Melalui jurusan Komunikasi yang ia pilih, Mia mulai berani mengapresiasikam diri dan memperkenalkan jurusan tersebut kepada masyarakat.

Walaupun di Universitas Tanjungpura sendiri, prodi tersebut masih terhitung baru. Namun, setiap prestasi dari mahasiswanya tidak bisa diremehkan.

Tidak tampak olehnya kata menyerah, dengan hoby wanita pada umumnya yang suka jajan, Mia terlihat aktif dengan gaya boyish-nya.

Care, aware, dan mau mencoba segala sesuatu jika ada kesempatan, menjadi alasan kuat untuknya mengikuti Duta bahasa tersebut pula. Baik dari seleksi bahasa, bahasa daerah, dan bahasa asing harus menjadi modal kuat setiap mahasiswa agar tidak tergerus dalam mengenyam pendidikan.

Sesuai dengan misinya, ia ingin setiap mahasiswa bisa mencintai bahasa Indonesia,tetap melestarikan bahasa daerah dan menguasai bahasa asing.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved