Komunitas Rubik Pontianak Jadi Wadah Anak Muda, Meski Peminat Masih Minim

Komunitas ini rutin mengadakan gathering yang diisi dengan kegiatan bermain, latihan bersama, hingga berbagi ilmu. 

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
KOMUNITAS RUBIK - Sejumlah anggota Komunitas Rubik Pontianak berkumpul dan berlatih bersama dalam kegiatan gathering beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, komunitas ini terbentuk dari pertemanan di media sosial yang akhirnya berlanjut menjadi pertemuan langsung. 
  • Komunitas ini rutin mengadakan gathering yang diisi dengan kegiatan bermain, latihan bersama, hingga berbagi ilmu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komunitas pecinta rubik di Kota Pontianak yang berdiri sejak 2016 masih aktif hingga kini dengan kegiatan rutin yang menjadi wadah berkumpul dan berbagi untuk para penggiat rubik.

Founder sekaligus Ketua Komunitas Rubik Pontianak, Dandy Meyrizal, mengatakan komunitas tersebut berdiri pada 4 September 2016 berawal dari hobi pribadi yang kemudian berkembang menjadi komunitas.

“Awalnya saya hobi rubik ini hanya sekedar hobi pribadi saja sejak kelas 6 SD (2010). Kemudian awal dibentuknya komunitas ini ketika saya duduk di kelas 2 SMA (2016), waktu itu saya punya beberapa teman sekolah yang sama-sama punya antusias terhadap permainan rubik,” ujar Dandy kepada tribunpontianak.co.id, Sabtu 11 April 2026

Ia menjelaskan, komunitas ini terbentuk dari pertemanan di media sosial yang akhirnya berlanjut menjadi pertemuan langsung. 

Gathering pertama mereka digelar pada 11 Desember 2016 dan dihadiri sembilan anggota.

“Tujuan kami membentuk Komunitas Rubik Pontianak sebagai wadah dan tempat untuk orang-orang yang menggiati hobi rubik maupun yang ingin belajar rubik agar dapat berkumpul dan menyalurkan hobi rubik ini bersama-sama,” jelasnya.

Tegakkan Perda, Satpol PP Pontianak Denda Pelanggar Sampah Rp 500 Ribu

Komunitas ini rutin mengadakan gathering yang diisi dengan kegiatan bermain, latihan bersama, hingga berbagi ilmu. 

Kegiatan tersebut terbuka untuk umum termasuk bagi pemula yang ingin belajar rubik.

Namun, Dandy mengakui minat masyarakat terhadap rubik di Pontianak masih tergolong rendah. 

Saat ini, anggota aktif komunitas hanya sekitar 15 orang meskipun grup WhatsApp mereka memiliki sekitar 100 anggota dari berbagai daerah.

“Jika membicarakan minat masyarakat terhadap rubik, sejujurnya cukup minim peminatnya. Untuk keanggotaan yang bergabung dengan komunitas lebih banyak pelajar dari kalangan anak sekolah dan anak kuliah,” ungkapnya.

Meski begitu, komunitas ini telah beberapa kali menggelar kompetisi, yakni pada 2018, 2019, dan dua kali di 2024. 

Selain itu, mereka juga kerap mendapat perhatian dari berbagai media.

“Dan untuk pencapaian yang cukup membanggakan bagi komunitas kami adalah seringnya diajak untuk liputan atau wawancara dari media-media seperti TVRI, PonTV, Tribun Pontianak, Pontianak Post, RRI, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dandy menyebut, tantangan terbesar yang dihadapi komunitas ini adalah menjaga keaktifan anggota. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved