RSUD dr Soedarso Rujukan Nasional, Mad Nawir: Tak Masuk Akal
Ia tegas mempertanyakan status tersebut, lantaran tidak masuk akal kalau menjadi rujukan nasional tapi fasilitas seadanya.
Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Status Rumah Sakit Umum Daerah Sudarso sebagai rumah sakit rujukan nasional selama ini dinilai tidak sesuai dengan fasilitas dan kualitas layanan yang ada. Hal itu disampaikan langsung Anggota DPRD Kalbar, Mad Nawir. Bahkan dirinya menyanggah pernyataan gubernur Kalbar yang ingin meningkatkan status Tipe B ke Tipe A RSUD dr Soedarso.
Menurut Mad Nawir yang merupakan poltisi PPP, sebenarnya RSUD dr Sudarso sudah tipe A. Bahkan sudah menjadi rujukan nasional.
"Tentunya kalau menjadi rujukan nasional ini harus tipe A saat ini. Tapi sarana dan prasarananya sangat-sangat tidak memadai dan tidak masuk sedikitpun sebagai rujukan nasional," ucap Mad Nawir, Minggu (21/7/2019).
Dahulu diceritakannya ia pernah pertanyakan, apakah status rujukan nasional yang disandang RSUD Sudarso yang tentunya harus Tipe A.
"Saya pertanyakan dulu, ditetapkan sebagai rujukan nasional itu apakah benar-benar didapatkan dari prestasi dan fasilitas atau hanya sekedar lobi-lobi saja," ucapnya yang mengaku kecewa dengan kondisi rumah sakit yang ada.
Ia tegas mempertanyakan status tersebut, lantaran tidak masuk akal kalau menjadi rujukan nasional tapi fasilitas seadanya.
"Dulu sudah menjadi rumah sakit rujukan nasional, tentunya harus tipe A. Cuma fasilitas sama sekali tidak menunjang," tegasnya.
Baca: Bikin Pelayanan Tanpa Kelas, Midji Targetkan RSUD dr Soedarso Jadi Tipe A
Baca: Suzuki Resmi Rilis Jimny Generasi Ke-4 di GIIAS 2019, Berikut Spesifikasi dan Harganya
Selain fasilitas yang tidak menunjang, Mad Nawir menegaskan dari sisi pelayanan juga RSUD dr Sudarso masih tidak layak menunjang rumah sakit rujukan nasional.
"Kalau palayanan di RSUD dr Soedarso menurut saya, malah kalah dari rumah sakit tipe D. Apalagi dengan swasta, jadi yang harus diperbaiki bukan hanya fisik saja, tapi segi pelayanan harus diperbaiki," ujarnya.
Kemudian ia meminta kepela daerah tegas dalam mendisiplinkan para tenaga medis dan dokternya. Sebab jangan sampai para dokter lebih fokus pada tempat praktiknnya atau rumah sakit swasta lainnya.
Selama ini keluhan masyarakat selalu tentang pelayanan yang ada di RSUD dr Soedarso.
Ke depan setelah dibangun fisiknya, pelayanan juga harus ditingkatkan, agar masyarakat mendapatkan layanan baik.
RSUD dr Sudarso disebutnya memang sudah selayaknya dijadikan tipe A. Pemerintan dan pihaknya dari DPRD harus mendukung dalam penganggarannya.
"Sudarso adalah rumah sakit pemerintah yang melayani masyarakat dan khususnya masyarakat BPJS. Saat ini ruangan ICU sudah tidak seimbang dengan pasien, sehingga kita minta pemerintah Kalbar dan Direkturnya harus memikirkan ketersedian ICU," tambahnya.
Banyak rujukan dari rujukan rumah sakit tipe C atau RS tingkat kabupaten kota tapi tidak tertampung di Sudarso.
"Kalau ruangan penuh maka masyarakat yang kasihan. Rumah Sakit Sudarso harus siap menampung rujukan pasian, tidak boleh lagi ada alasan ruangan penuh dan tidak ada alat. Itulah yang kita tekankan, semua harus dipersiapkan agar masyarakat terlayani," pungkasnya.