Pengakuan Tersangka Otak Pengiriman Sabu 1,5 Kg yang Tertangkap Satres Narkoba Polresta Pontianak

AJ pun mengaku bahwa selama dirinya menjalankan bisnis haram ini, tak ada anggota keluarganya yang tau.

Pengakuan Tersangka Otak Pengiriman Sabu 1,5 Kg yang Tertangkap Satres Narkoba Polresta Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
AJ (45) saat ditanyai Kapolresta Pontianak Kombespol Muhammad Anwar Nasir di Mapolresta Pontianak, Kamis (18/7/2019) 

Pengakuan Tersangka Otak Pengiriman Sabu 1,5 Kg yang Tertangkap Satres Narkoba Polresta Pontianak

PONTIANAK - Satresnarkoba Polresta Pontianak berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Narkoba jenis sabu dan ekstasi yang berasal dari Malaysia yang akan di kirimkan ke wilayah Kalimantan Tengah.

Tak tanggung - tanggung, dari pada kasus ini Polresta Pontianak berhasil mengamankan 5 tersangka dengan barang bukti sabu seberat 1,5 kg, 50 butir pil ekstasi dan uang tunai sebesar 200 juta rupiah.

Satu di antara tersangka yakni AJ (45) yang diamankan yang juga merupakan otak dari proses pengiriman barang haram mengatakan bahwa ia baru beberapa bulan menjalankan bisnis haram ini.

Baca: Satres Narkoba Polresta Pontianak Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kg Sabu, Berikut Kronologinya

Baca: Polresta Pontianak Amankan 1,5 Kg Sabu dari 5 Tersangka, Ini Identitasnya

Dari Pengakuan tersangkanya, ia melakukan proses pengiriman barang ini baru 4 bulan, dan dalam empat bulan ini dirinya telah melakukan pengiriman barang sebanyak 5 kali, dan yang ke 6 akhirnya ia terciduk oleh pihak kepolisian Polretsa Pontianak.

"Ini berawal saya kenal sama kawan, lalu saya kenal sama si LL, pertama saya kirim barang dikit - dikit dulu ke LL ini,"ungkap LL pengatur pengiriman barang haram ini.

Ia mengaku bahwa walaupun sudah 5 kali mengirim sabu, namun ini merupakan pengiriman terbanyaknya.

Baca: Limpahkan ke Polresta Pontianak, Kapolsek Beberkan Kronologi Kasus Penipuan Berkedok Poin Traveloka

Baca: FOTO: Pemusnahan Barang Bukti 26,28 Kg Sabu Hasil Pengungkapan Polda Kalbar dan Polresta Pontianak

"Pertama saya kirim itu kedua 2 ons, lalu naik 4 ons, naik - naik terus, setelah saya percaya sama dia naik terus, yang ketiga saya kirim 5 ons ke dia (LL) lalu yang keempat 6 ons, setelah itu 7 ons, nah baru saya kasikan semua itu (1,5 kg) ke dia, bos saya pun pertama kasi saya itu sedikit - sedikit, ndak langsung kasi banyak, seelah kasi banyak baru saya kasi juga media banyak,"katanya.

Selain mengedarkan sabu, ia juga mengaku turut sebagai pengguna Sabu.

"Iya saya makai juga,"ucap AJ.

AJ pun mengaku bahwa selama dirinya menjalankan bisnis haram ini, tak ada anggota keluarganya yang tau.

"keluarga ndak tau, istri pun ndak tau, itulah saya berusaha ngelakkan meraka tau," ujarnya.

Ia juga mengaku bahwa barang haram yang didapatnya bersal dari JK yang masih buron, yang tinggal diwilayah Kecamatan Pontianak Timur tepatnya Kampung Beting, namun ia tak mengetahui seberapa besar jaringan narkoba di wilayah tersebut.

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved