Dinilai Lokasi Sudah Tak Layak, Pemkot Tutup Dua Tempat Pembuanga Sampah

Selain banner ditempatkan juga petugas jaga selama 24 jam. Petugas akan mengarahkan masyarakat membuang sampah ke lokasi lain.

Dinilai Lokasi Sudah Tak Layak, Pemkot Tutup Dua Tempat Pembuanga Sampah
TRIBUNPONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Pengumuman dipasang di dua titik lokasi tempat pembuangan sampah sementara yang ditutup DLH Kota Pontianak, Selasa (16/07/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak menutup dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara, masing-masing di Jl KH Wahid Hasyim depan Rumah Sakit Umum Santo Antonius, dan di Jl Imam Bonjol persis di depan Gg Garuda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar mengatakan penutupan kedua TPS tersebut lantaran titiknya dinilai sudah tidak layak dan juga radius antar TPS lainya juga terhitung masih dekat. “Penutupannya kita lakukan sebelum digelarnya STQ Nasional," ujarnya, Selasa (16/7/2019).

Agar penutupan diketahui oleh masyarakat sehingga tidak lagi membuang sampah di TPS tersebut Tinorma menjelaskan pihaknya memasang banner informasi bahwa TPS itu akan ditutup. Banner itu pasang satu minggu sebelum ditutup.

"Selain banner ditempatkan juga petugas jaga selama 24 jam. Petugas itu akan mengarahkan masyarakat membuang sampah ke lokasi lain yang dialihkan sebagai TPS," ujarnya.

Baca: Optimistis Lulus Jalur Mandiri Untan, 9.715 Peserta Berebut 1.650 Kursi

Baca: BPBD Kubu Raya Ambil Tiga Langkah Awal Tangani Kasus Karhutla

Ia menjelaskan masyarakat yang tadinya membuang di kedua TPS yang telah ditutup tersebut bisa membuang di TPS terdekat. Seperti di Jln KH Wahid Hasyim Pontianak Kota bisa membuang sampah ke lokasi terdekat lainnya, yakni di Pasar Dahlia.

Begitu juga dengan TPS di Jalan Imam Bonjol. Aktivitas pembuangan sampah dipindahkan ke TPS di Jalan Budi Karya dengan menjejerkan lima kontainer di sana.

“Jadi diarahkan ke sana, karena terdekat armada pengangkutannya pun kami tambah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ditutupnya kedua titik TPS tersebut maka jumlah TPS yang ada saat ini berkurang. Dari sebelumnya berjumlah 47 TPS, sekarang menjadi 45 TPS.

“Sudah puluhan TPS yang kami tutup untuk memberikan nilai keindahan dan estetika kota,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada penumpukkan sampah sebagai dampak dari penutupan TPS ini. Mengantisipasi itu DLH siap menambahkan armada di TPS-TPS yang banyak dengan tumpukkan sampah.

“Jika kurang kami tambahkan. Jika tak tertangani dengan rutinitas maka dilemburkan. Kalau diamati lagi oleh pegawas, ternyata tiap hari menumpuk maka dirotasikan ke tempat lain. Itu sebagai evaluasi kami,” ujarnya.

Tinorma menyebutkan saat ini jumlah petugas di lapangan sebanyak 317 orang. Mereka bertugas untuk pengangkutan, baik itu supir hingga kru. Armada yang tersedia saat ini 43 unit.

“Armada khusus TPS itu seperti fuso, dum truk dan androl. Kemudian pikap dan kendaraan roda tiga, rutinitas berkeliling di kota untuk pembersihan penyapuan,” ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved