Ini Dampak Keterlambatan Penyampaian KUA PPAS Pemprov Kalbar Menurut Pengamat

Apalagi rencana pembangunan jangka menengahnya baru dibuat juga, sehingga menyesuaikan didalam KUA PPAS nya.

Ini Dampak Keterlambatan Penyampaian KUA PPAS Pemprov Kalbar Menurut Pengamat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
M.Ali Nasrun 

Ini Dampak Keterlambatan Penyampaian KUA PPAS Pemprov Kalbar Menurut Pengamat

PONTIANAK - "Saya kira memang seharusnya  ebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS)  tidak terlambat, karena dari situlah akan mendesain anggaran daerah. Namun masih ada waktu hingga minggu kedua pada bulan Juli ini," terang Ali Nasrun, Pengamat Ekonomi Untan, Rabu (10/7/2019).

Kemudian bagi anggota DPRD sendiri, KUA PPAS memang merupakan dokumen yang  haruss dibahas, karena berkaitan dengan program aspirasi masa-masa reses mereka.

Pembahasan ini  memerlukan waktu yang cukup, mungkin  di Kalbar karena ada  peralihan kepemimpinan yaitu Gubernur, bisa saja menjadi hambatan dalam menyusun KUA PPAS nya.

"Apalagi rencana pembangunan jangka menengahnya baru dibuat juga, sehingga menyesuaikan didalam KUA PPAS nya," tambah Ali Nasrun.

Saya kira keterlambatan ditahun pertama masih bisa dipahami, karena masa peralihan baik pejabat maupun programnya. Walaupun pada dasarnya jangan sampai terlambat.

Tahun depan harus bisa dibuat lebih awal sesuai dengan scedule yang ada, karena KUA PPAS itu penting bagi DPRD dan masyarakat.

Baca: Mayat Bayi Yang Ditemukan Mengapung di Sungai Kapuas Dimakamkan Secara Islam

Baca: Dewan Singkawang Nilai Hubungan Polri dan Masyarakat Semakin Dekat

Seharusnya ada semacam uji publik, apakah itu benar-benar segi prioritas dalam plafon anggaran. 

Terlebih Gubernur Kalbar ingin menyelenggarakan pemerintahan yang transparan. Hal-hal tersebut harus bisa dipahami masyarakat.

"Keterlambatan penyusunan dan penyampaian KUA PPAS  ini tentu berpengaruh pada penundaan atau tidak tepat waktunya penetapan anggaran. Kemudian, pembahasan yang terburu-buru ini, berarti ada hal yang tidak sempat dikaji dan tidak maksimal," tukas Ali Nasrun..

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved