Tokoh Pemuda Minta Pengawasan Orang Asing di Sambas Ditingkatkan

kasus pembuatan dokumen palsu yang digunakan oleh orang asing untuk mengajukan permohonan pembuatan pasport adalah salah hal yang perlu diperhatikan

Tokoh Pemuda Minta Pengawasan Orang Asing di Sambas Ditingkatkan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Tokoh pemuda Kabupaten Sambas, Sairi, SP. 

Tokoh Pemuda Minta Pengawasan Orang Asing di Sambas Ditingkatkan

SAMBAS - Tokoh Pemuda Kabupaten Sambas, Sairi meminta agar pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di Kabupaten Sambas di tingkatkan. 

Ia mengungkapkan, adanya kasus pembuatan dokumen palsu yang digunakan oleh orang asing untuk mengajukan permohonan pembuatan pasport adalah salah satu hal yang perlu diperhatikan secara serius. 

"Kita harus cari tahu dimana dia buatnya, didapatkan dari mana, dan lain sebagainya. Jangan sampai negara kalah dengan yang seperti ini, untuk itu harus di tingkatkan pengawasan terhadap orang asing. Baik yang masuk melalui PLBN Aruk, ataupun yang masuk melalui Bandara Supadio Pontianak, dengan tujuan ke Sambas," katanya, Kamis (27/6/2019).

"Modus-modus seperti ini kalau di biarkan bisa saja akan menjadi lebih teliti mereka. Jangan sampai nanti kita sulit membedakan mana Dokumen asli dan palsu," tegas alumni Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura (Untan) itu. 

Baca: Imigrasi Kelas II Sambas Laksanakan Rapat Koordinasi Timpora di Kabupaten Sambas

Baca: Ganda Samosir: Rakor Timpora Bahas Pengawasan WNA dan Pencegahan Praktik Kawin Kontrak

Pemuda asal Kecamatan Semparuk itu menambahkan, terlebih lagi saat ini terdapat beberapa negara yang bisa masuk ke Indonesia dengan tujuan wisata bisa bebas visa. 

Bisa saja nanti dengan cara itu orang masuk dengan modus wisata, tapi sebetulnya ada hal lain yang di tuju nya. 

"Kita ini di perbatasan. Kalau tidak awas diri, maka nanti kita dikelabui orang asing, oleh karenanya negara harus siap. Negara jangan sampai kalah dari hal-hal yang merugikan negara sendiri," katanya. 

"Coba bayangkan orang asing berani buat dokumen palsu atas nama negara kita. Apa tujuannya? Kalau mau jadi WNI silahkan urus pindah kewarganegaraan, jangan main palsukan dokumen," tegasnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved