Breaking News:

Punya Potensi Besar, Sekda Akui Penerimaan Pajak dari Sarang Walet Belum Maksimal

Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang melalui pajak hasil sarang burung walet dirasa belum maksimal, hal ini diakui Seketaris Daerah

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, H. Farhan, SE., M. Si yang baru saja resmi dilantik di Pendopo Bupati, Jumat (09/11). 

Nilai Punya Potensi Besar, Sekda Akui Penerimaan Pajak Dari Sarang Walet Belum Maksimal

KETAPANG - Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang melalui pajak hasil sarang burung walet dirasa belum maksimal, hal ini diakui Seketaris Daerah Kabupaten Ketapang, Farhan saat diwawancara awak media beberapa waktu lalu.

"Itu dari bandara karena si pemilik walet mengurus di karantina, kita tidak tau lagi yang darat, yang lewat Teluk Batang, sehingga potensinya besar, tapi kami akui pajak belum maksimal," terang Farhan.

Diakui Farhan, berdasarkan informasi yang ia dapat, dalam satu tahun hasil sarang burung walet melalui karantina sangat besar, sehingga pajak sarang burung walet ini sangat berpotensi dalam meningkatkan pendapatan daerah.

"Kita sudah dapat informasi dari kawan - kawan karantina itu dari sekian tahun itu sangat besar, saya lupa datanya. Kalau di asumsikan 10 persen saja dari keseluruhan luar biasa hasilnya," paparnya.

Baca: Pererat Silturahmi, Jajaran Management Hotel Harris Kunjungi Tribun Pontianak

Baca: VIDEO: Warga Desa Tanjung Manfaatkan Sungai Kapuas Budidaya Ikan Air Tawar

Baca: LIVE Fakta TVOne Senin (17/06) Jam 20.00 WIB, Bertarung di Mahkamah Konstitusi, Ada Refly Harun & BW

Untuk itu Farhan berharap pihak karantina sendiri dapat memberikan informasi jumlah sarang burung walet yang dibawa, sehingga pihak Pemda dapat menarik pajak sarang burung walet dengan maksimal karena selama ini diakuinya hanya sekedar pelaporan hasil sarang burung walet dari para pemilik.

"Karena kita masih membangun sistem. Sudah beberapa kali rapat masih berharap dengan teman - teman di karantina itu dapat membantu kita," harapnya.

Selain itu ia pun mendesak kepada seluruh pengusaha sarang burung walet untuk dapat mengurus perizinan.

Saat ini Farhan menilai, masih dirasa sangat minim pelaporan bangunan yang diperuntukan untuk sarang buruk walet, atau alih fungsi bangunan yang sebelumnya hanya izin bangunan toko namun berubah fungsi atau ditambah bangunan yang dibuatkan untuk sarang burung walet.

"izin atau tidak ada izin ketika ia dikenakan pajak dia harus bayar pajak, ini sangat penting," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved