Pilpres 2019

Di TVOne, Mahfud MD Blak-blakan Ungkap Cara Buktikan Gugatan Bersifat Kualitatif & Kuantitatif di MK

"Tentu dong. Nanti misalnya begini, paslon nomor dua mengatakan kami punya suara 52 persen, mana buktinya ? Buktinya nanti dibuka,

Di TVOne, Mahfud MD Blak-blakan Ungkap Cara Buktikan Gugatan Bersifat Kualitatif & Kuantitatif di MK
Youtube TVOne News
Mahfud MD saat wawancara eksklusif TVOne di Program Kabar Petang, Senin (17/06/2019). 

Tujuannya agar diketahui apakah alat bukti itu relevan dengan perkara atau tidak.

"Sehingga nanti keputusan alat bukti nomor sekian itu sah. Alat bukti relevan mempengaruhi suara. Alat bukti nomor sekian mempengaruhi suara, tapi tidak signifikan. Itu akan dinilai satu persatu biasanya. Jadi tidak apa-apa kemarin itu disahkan dalam arti diserahkan, gitu," terang Mahfud MD.

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) itu menimpali semua alat bukti itu nantinya diperiksa oleh para Hakim MK. 

"Tentu dong. Nanti misalnya begini, paslon nomor dua mengatakan kami punya suara 52 persen, mana buktinya ? Buktinya nanti dibuka, ini lho formulir kami, sedangkan KPU punya formulir yang begini," jelas dia.

Baca: Mahfud MD Komentari Soal Permohonan Diskualifikasi dan Dugaan Kecurangan TSM Pemilu BPN di Sidang MK

Baca: Mahkamah Konstitusi Jaga Independensi! Mahfud MD : Jangan Mau Diintervensi & Jangan Sudi Diteror

Mahfud MD menerima informasi bahwa alat bukti Kuasa Hukum Prabowo-Sandiaga sudah diangkut menggunakan tiga kontainer ke MK. 

"Kabarnya hari ini sudah mengantarkan 3 kontainer bukti-bukti itu. Nanti mau atau tidak mau itu harus dibandingkan. Tetapi kan tentu tidak lembar per lembar kan," imbuh Mahfud MD

Ia menambahkan pastinya kuasa hukum paslon pemohon sudah mempunyai daftar terkait hal itu.

Semisal di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor berapa, formulir nomor berapa, pleno dari mana dan sebagainya. 

"Nanti ditunjukkan lalu diuji mana yang benar, gitu aja. Kan tidak mungkin sekian 813 juta dibuka satu persatu. Itu amat sangat tidak mungkin. Nanti pasti harus bisa ditunjukkan formulir nomor berapa yang berbeda, kan begitu. Gitu aja kalau menyangkut kuantifikasi," timpalnya. 

Mahfud MD menegaskan kembali untuk memeriksa alat bukti itu yang mengajukan nantinya adalah pemohon. 

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved